Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dibina di Kantor Satpol PP Karanganyar, Senin (28/8/2017). (Istimewa) Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dibina di Kantor Satpol PP Karanganyar, Senin (28/8/2017). (Istimewa)
Selasa, 29 Agustus 2017 19:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

RAZIA KARANGANYAR
Satpol PP Jaring 6 PSK di Plampang

Satpol PP Karanganyar menjaring enam PSK saat razia di kawasan Plampang.

Solopos.com, KARANGANYAR — Enam pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar, Senin (28/8/2017). Keenam PSK itu terjaring razia di kawasan Plampang, Sedayu, Jumantono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, razia PSK itu digelar Satpol PP Karanganyar menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas PSK di kawasan Sedayu. Setelah memperoleh laporan tersebut, sejumlah anggota Satpol PP langsung mendatangi lokasi.

Selanjutnya, para PSK yang terjaring petugas digelandang ke Kantor Satpol PP Karanganyar untuk didata dan dibina. “Selain enam PSK, ada juga satu pria hidung belang yang terjaring razia. Mereka kami kenakan wajib lapor selama satu pekan setelah terjaring razia,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, kepada Solopos.com.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…