Petugas BPBD Wonogiri memadamkan sisa-sisa api di Petak 22 RPH Pulosari, Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri, Selasa (29/8/2017). (Istimewa/ BPBD Wonogiri) Petugas BPBD Wonogiri memadamkan sisa-sisa api di Petak 22 RPH Pulosari, Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri, Selasa (29/8/2017). (Istimewa/ BPBD Wonogiri)
Selasa, 29 Agustus 2017 20:15 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KEBAKARAN WONOGIRI
Dua Hari, Api Lumat 4,5 Hektare Hutan RPH Pulosari Selogiri

Kebakaran menghanguskan 4,5 hektare lahan hutan di RPH Pulosari, Selogiri, Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Satu hektare hutan Petak 22 RPH Pulosari wilayah Desa Sendangijo, Selogiri, Wonogiri, ludes terbakar, Selasa (29/8/2017).

Sehari sebelumnya, 3,5 hektare hutan di Petak 21 RPH Pulosari di desa yang sama juga terbakar, Senin (28/8/2017). Dengan demikian, total dalam dua hari itu 4,5 hektare hutan hangus.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran hutan di Petak 22 RPH Pulosari terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Titik api itu langsung berkobar besar membakar pohon-pohon.

Api baru bisa dipadamkan pada pukul 14.15 WIB setelah petugas pemadam kebakaran, BPBD, polisi, sukarelawan, dan warga setempat bersama-sama memadamkan api itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Sementara satu hari sebelumnya, kebakaran menyebabkan lahan seluas 3,5 Hektare ludes terbakar. Petugas pemadam kebakaran, BPBD, polisi, sukarelawan, dan warga setempat berhasil memadamkan api setelah lima jam.

Diperkirakan api mulai terlihat pada pukul 13.00 WIB dan baru padam pada pukul 18.30 WIB. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

“Untuk antisipasi kebakaran baik rumah, lahan, maupun hutan kepada warga kami ingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan serta ikut menjaga dengan tidak membakar sampah di pekarangan atau semak-semak,” ujanya ketika dihubungi Solopos.com, Selasa.

 

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…