Layanan Ojek Online Gojek (go-jek.com) Layanan Ojek Online Gojek (go-jek.com)
Senin, 28 Agustus 2017 06:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

TRANSPORTASI KLATEN
Kuota Ojek Online Dibatasi 150 Pengemudi

Dishub Klaten membatasi kuota ojek online maksimal 150 pengemudi.

Solopos.com, KLATEN — Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten mewacanakan pemberian kuota jumlah pengemudi ojek online maksimal 150 pengemudi. Hal itu agar tidak mematikan ojek pangkalan yang sudah beroperasi terlebih dahulu.

Sekretaris Dishub Klaten, Sudiyarsono, mengatakan wacana pembatasan itu masih menunggu kesepakatan antara pengemudi ojek pangkalan dan ojek online dalam pertemuan pekan ini. Pembatasan dilakukan lantaran Dishub tidak memiliki aturan memadai soal pemberian atau pelarangan ojek online. (Baca juga: Pengemudi Ojek Pangkalan Belum Bisa Terima Ojek Online)

“Dishub hanya memfasilitasi. Kami membatasi dengan angkutan yang ada. Kami kendalikan jumlahnya,” kata dia saat ditemui wartawan di Desa Gemblegan, Kalikotes, Minggu (27/8/2017).

Angka 150, menurut Sudiyarsono, mengacu pada jumlah ojek pangkalan yang beroperasi di Klaten. Misalkan di Klaten ada 2.000 pengemudi ojek pangkalan, jumlah ojek online maksimal sepuluh persen dari ojek pangkalan. “Kami batasi jangan lebih dari 150 [pengemudi],” tutur dia.

Salah satu pengemudi ojek online Gojek, Baharudin, 59, warga Desa Bawak, Kecamatan Cawas, mengatakan secara pribadi sepakat dengan pembatasan itu. Di Klaten pangsa pasar ojek online juga masih sedikit.

“Kalau menurut rasio biasanya ada 10-20 persen dari total penduduk wilayah yang memakai ojek online. Nah, di Klaten ini sekarang masih sedikit. Jadi jumlah 150 itu saya pikir memadai,” ujar dia, Minggu.

Ia optimistis ke depan pengguna ojek online semakin banyak sehingga kebutuhan pengemudi ojek online juga bertambah. Pertambahan permintaan juga bisa meningkat seiring bertambahnya layanan seperti antar barang dan dokumen, antar makanan, dan lainnya.

Baharudin menuturkan saat ini di Klaten ada 10-15 pengemudi Gojek yang beroperasi. Ia tak ingin pengguna ojek online kecewa saat memesan ojek namun tak ada pengemudi yang merespons.

“Sekarang baru 10-15 pengemudi saja. Yang penting jangan sampai pelanggan kecewa ketika memesan ojek malah enggak ada yang merespons,” beber dia.

Ketua Organda Klaten, Agus Supriyanto, enggan berkomentar soal pembatasan kuota ojek daring sebab pembahasan dengan Dishub belum sampai ke persoalan kuota. Ia berpendapat keberadaan ojek online pada dasarnya tidak banyak berdampak untuk Organda sebab Organda tidak menaungi hingga angkutan roda dua.

“Kalau ojek online saya rasa Organda tidak tersaingi kecuali keberadaan taksi online,” kata Agus.

 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…