Ilustrasi kutu rambut. (Sklice.com)
Minggu, 27 Agustus 2017 11:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Kesehatan Share :

TIPS KESEHATAN
Obat Pembasmi Kutu Sebabkan Kematian? Ini Penjelasannya

Tips kesehatan kali ini tentang bahan kimia dalam obat pembasmi kutu yang bisa menyebabkan kematian.

Solopos.com, SOLO — Kutu rambut tentu sangat mengganggu. Selain membuat gatal, kutu juga bisa menyebabkan infeksi kulit lainnya.

Seseorang biasanya mengoleskan obat pembasmi kutu untuk menghilangkan hewan pengganggu itu. Tapi, alih-alih menyembuhkan, obat pembasmi kutu bisa membuat nyawa melayang, seperti dialami satu keluarga asal Dukuh Tegal Ombo, Kelurahan Kriringan, Boyolali Kota, Boyolali.

Empat orang anggota keluarga itu mengalami keracunan setelah memakai obat pembasmi kutu. Bahkan, dua bocah yang masih SD meninggal dunia gara-gara obat tersebut.

Kisah tragis yang menimpa keluarga asal Boyolali itu tentu membuat banyak orang bertanya-tanya. Mengapa obat pembasmi kutu rambut bisa menyebabkan kematian? Apa zat berbahaya yang terkandung dalam obat tersebut?

Salah satu kandungan aktif obat kutu adalah permethrin. Dihimpun Solopos.com dari Headlicespecialist, Sabtu (26/8/2017), permethrin merupakan bahan kimia yang banyak ditemukan dalam obat pembasmi hama, khususnya kutu rambut.

Meski ampuh membasmi kutu, permethrin merupakan bahan kimia yang cukup keras. Tahukah Anda, selain mengiritasi kulit, penggunaan permethrin yang berlebihan dapat menyebabkan mual, sakit kepala, sesak napas, dan kejang-kejang.

Dalam kondisi terburuk, obat yang mengandung zat pemicu kanker itu bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, kemasan obat ini biasanya dilengkapi peringatan khusus yang harus diperhatikan para pengguna.

Obat itu tidak boleh digunakan lebih dari 15 menit. Hal itu karena menghirup aroma obat tersebut menyebabkan sesak napas.

Selain permethrin, bahan kimia lain yang biasa dipakai sebagai pembasmi kutu adalah lindane. Lindane merupakan bahan kimia yang jauh lebih berbahaya dari permethrin. Saking berbahayanya, penggunaan bahan ini dilarang di 52 negara.

Lindane akan menyebabkan masalah serius jika terserap oleh kulit. Efek samping zat ini meliputi sensasi terbakar, gatal, dan munculnya ruam. Dalam kondisi terburuk, seseorang yang memakai obat mengandung lindane akan mengalami kejang-kejang.

Penggunaan obat ini dalam waktu lama menimbulkan sakit kepala, hilang ingatan, kelumpuhan, hingga kematian. Itulah dua jenis bahan kimia yang biasa dipakai dalam obat pembasmi kutu.

Sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam memilih obat. Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…