Foto ilustrasi: Saat memiliki anak kembar, orang tua cenderung memilihkan busana senada untuk si kembar. (momtricks.com) Anak kembar (momtricks.com)
Selasa, 22 Agustus 2017 02:00 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS KELUARGA
Meski Kembar, Ibu Tak Boleh Perlakukan Sama

Tips keluarga kali ini membahas cara pengasuhan anak kembar.

Solopos.com, SOLO –– Memiliki anak kembar memang ada tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengasuhan. Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Juliani Prasetyaningrum, mengatakan dalam proses perkembangan manusia, terdapat konsep individual differences. Artinya, tak ada dua manusia yang sama persis meski mereka terlahir sebagai anak kembar identik.

“Pasti ada selera atau apapun yang berbeda dalam diri dua individu,” kata dia kepada Solopos.com, belum lama ini.

Dosen Psikologi UMS tersebut menyebut kekhasan dalam diri tiap manusia adalah potensi spesifik yang unik. Walau memiliki wajah dan fisik yang mirip, potensi dan kecenderungan anak kembar biasanya tidak sama persis.

Ia mengakui ada fenomena di masyarakat bahwa orang tua dengan anak kembar kebanyakan memberikan segala sesuatu yang sama kepada anak-anaknya. Termasuk dalam hal berpakaian, anak kembar cenderung mengenakan baju hampir serupa. Hal itu biasanya memperhitungkan faktor kepraktisannya saja.

“Misal ada dua anak kembar, A dan B. A dibelikan baju biru. B dibelikan baju merah. Kalau B ternyata menginginkan baju biru, mereka bisa berebut baju itu. Orang tua kemudian memberikan baju yang sama untuk mencegah hal semacam itu,” ujar dia.

Namun, ia menyarankan agar penyamaan pada anak kembar sebatas pada aksesori luar. Sementara itu, pendekatan yang diberikan kepada keduanya harus disesuaikan dengan potensi masing-masing anak. Kadang, orang tua berlaku kurang bijak dengan mengarahkan anak kembar untuk selala sama dengan kembarannya.

“Misalnya A suka menyanyi, maka B tidak selalu harus bisa menyanyi. B harus ditanya, dia ingin apa? Kalau kebetulan sama ya enggak masalah. Tapi kalau minatnya berbeda, seharusnya orang tua memberi fasilitas sesuai bakat dan minat anak tersebut,” katanya.

Pemaksaan kehendak orang tua kepada anak kembar kadang bisa membuat anak tidak percaya diri (PD). Tatapi hal itu tergantung diri sang anak menghadapi kemauan orang tuanya. Kalau mereka bisa menerima dengan legawa, itu tak masalah. Kalau tidak, itu bisa jadi masalah.

“Orang tua seyogyanya tidak memaksakan karena akan jadi masalah di kemudian hari. Itu akan membebani anak. Tapi kalau orang tua bersedia memfasilitasi anak, anak tersebut bisa bahagia dan mungkin cita-cita sang anak akan teraih di level tertinggi,” terangnya.

The jagongan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Rabun...

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Judul esai saya ini saya adopsi dari terminologi Profesor Theodore Levitt tentang marketing myopia atau…