Para pemeran film The Underdogs (dari kiri) Babe Cabiita, Jeff Smith, Brandon Salim, Sheryl Sheinafia, dan Young Lex menyapa pengemar dalam Meet & Greet di Atrium Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Senin (21/8/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Para pemeran film The Underdogs (dari kiri) Babe Cabiita, Jeff Smith, Brandon Salim, Sheryl Sheinafia, dan Young Lex menyapa pengemar dalam Meet & Greet di Atrium Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Senin (21/8/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Senin, 21 Agustus 2017 21:05 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Layar Share :

Pencarian Jati Diri Generasi Milenial dalam Film The Underdog

Para pemain Film The Underdog menggelar meet and greet di Hartono Mall, Solo Baru, Senin (21/8/2017).

Solopos.com, SOLO--Istilah Youtuber mendadak fenomenal di tengah perkembangan generasi milenial. Sejumlah selebritas baru yang dilahirkan dari situs website berbagi video tersebut pun bermunculan. Sebut saja rapper kontroversial Young Lex dan Han Yoo Ra yang mendadak terkenal setelah video-video di akun Youtubenya viral di sosial media.

Kesuksesan para Youtuber di tengah perkembangan industri kreatif ini menginspirasi Adink Liwutang menggarap film drama komedi berjudul The Underdogs. Yang menampilkan permasalahan remaja zaman sekarang mulai pencarian jati diri, persahabatan, hingga tindak perundungan yang berujung kreativitas.

Sesuai dengan tema yang diangkat, film ketiga yang diproduseri Ernest Prakasa ini melibatkan para pemain muda seperti Jeff Smith, Sheryl Sheinafia, Brandon Salim, dan komedian Babe Cabita. Ditambah dua Youtuber Young Lex dan Han Yoo Ra.

Film ini menceritakan tentang empat pelajar SMA yang termarjinalkan dari pergaulan Bobi (diperankan Jeff), Dio (Brandon), Nanoy (Babe), dan Ellie (Sheryl). Tak sengaja saat menonton televisi mereka melihat trio Youtuber SOL yaitu Sandro (Ernest Prakasa), Oscar (Young Lex), dan Lola (Han Yoo Ra). Kesuksesan ketiganya lantas membuat empat sekawan korban perundungan ini bertekad berubah diawali dari menjadi Youtuber. Dari sini perjalanan persahabatan mereka dimulai.

Kaum Muda

Tayang serentak di Bioskop, Rabu (16/8/2017) lalu, The Underdogs diperuntukkan bagi kaum muda. Dalam film ini sekilas bakal diceritakan tentang lika liku menjadi seorang Youtuber mulai dari pertentangan dengan orang tua hingga berbagai kritikan yang datang langsung dari penikmat video mereka.

“Jadi beberapa alur cerita memang berdasarkan kisah nyata yang benar-benar kami alami sebagai seorang Youtuber,” kata Young Lex bersama semua pemain saat jumpa pers di Orients Restoran, Hartono Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Senin (21/8/2017).

Tak hanya soal persahabatan geng Brandon, film ini juga menceritakan Youtuber dari sudut pandang orang tua. Young Lex menambahkan The Underdogs juga memberikan gambaran tentang pentingnya kreativitas di era milenial. Semua orang bisa dikenal dan mendapatkan penghasilan asal dia mau kreatif memanfaatkan perkembangan teknologi, salah satunya melalui Youtube.

Brandon menambahkan film ini juga menceritakan tentang pelajar SMA korban perundungan. Yang menurutnya merupakan bagian dari pergaulan remaja era sekarang. Tak lantas didramatisir, kasus perundungan ini mendadak tuntas saat para korban yang tergabung dalam genk The Underdogs mau bangkit dan berkarya.

“Film ini juga menceritakan bahwa semua orang punya kesempatan sukses. Mulailah sesuatu untuk mengawali perubahan,” kata dia.

lowongan pekerjaan
EDITOR FISIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Rabun...

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Judul esai saya ini saya adopsi dari terminologi Profesor Theodore Levitt tentang marketing myopia atau…