Aloysius Waryono (Istimewa)

aloyswaryono@yahoo.co.id

Guru SMKN 2 Klaten

Alumnus Pascasarjana

Teknik Metalurgi

Institut Teknologi Bandung Aloysius Waryono (Istimewa) aloyswaryono@yahoo.co.id Guru SMKN 2 Klaten Alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung
Jumat, 18 Agustus 2017 05:00 WIB Ichwan Prasetyo/JIBI/SOLOPOS Kolom Share :

GAGASAN
Menggali Keluhuran Ajaran Leluhur

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Al. Waryono, guru di SMKN 2 Klaten yang merupakan alumnus Pascasarjana Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung. Alamat e-mail penulis adalah al.waryono62@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Orang Barat (Eropa) berusaha menaklukkan alam dengan kepandaian sedangkan orang Timur (Indonesia) bersyukur atas anugerah negeri yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem karta raharja, gedhe obore, padhang jagade, dhuwur kukuse, lan adoh kuncarane.

Negeri bagaikan ”serpihan surga” yang terbentang luas dengan aneka suku, kepercayaan, budaya, bahasa, dan adat istiadat.  Semua itu adalah anugerah dan kekayaan yang tak ternilai yang terwujud dalam keindahan dan kemuliaan yang harmonis baik dengan sesama, alam semesta, maupun Sang Pencipta.

Aneka perbedaan, menurut Komaruddin Hidayat, ibarat aliran berbagai sungai yang akhirnya akan kembali menyatu dengan samudra yang luas, jernih, dan indah. Samudra kasih itu tidak lain adalah Tuhan sang pencipta alam semesta yang senantiasa menampung dan merindukan semua roh manusia untuk bergabung kembali dengan-Nya.

Dengan anugerah tanah air yang elok, subur, makmur, serta ajaran yang luhur, para leluhur atau nenek moyang negeri ini merasa hidup berkecukupan. Mereka lalu tenggelam dalam renungan dengan menyendiri, menyepi, semedi, berdoa, tirakat, atau bertapa mencari hakikat hidup yang sebenarnya.

Para leluhur meyakini lakon atau cerita hidup mereka ibarat wayang  yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kehadiran sang dalang. Siklus kehidupan dari alam purwa (sebelum lahir), alam madya atau madyapada (dunia sekarang ini), alam wasana (setelah kematian raga) ada di tangan Sang Dalang Sejati yang tidak lain Gusti Allah.

Filosofi Jawa mulih mula mulanira dan sangkan paraning dumadi menggambarkan pengalaman bahwa semua makhluk di muka bumi ini akhirnya akan pulang kembali ke asal mula. Itulah konsekuensi logis dari keyakinan para leluhur yang mendasar pada keyakinan Tuhan yang memberi dan Tuhan pulalah yang akan memanggilnya kembali.

Selanjutnya adalah: Memahami dari mana dulu bereasal dan akan ke mana…

lowongan pekerjaan
SPG COUNTER BATIK & SALES COUNTER CAR RENTAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Ayo Sowan Simbah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (14/9/2017). Esai ini karya Joko Setiyono, pustakawan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah jjoko@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Banyak orang tidak tahu 14 September bagi bangsa Indonesia merupakan Hari Kunjung Perpustakaan….