Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersalaman dengan PKL saat penyerahan 20 gerobak stainless di Balai Kota Solo, Selasa (15/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersalaman dengan PKL saat penyerahan 20 gerobak stainless di Balai Kota Solo, Selasa (15/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 15 Agustus 2017 09:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PKL SOLO
Serahkan Bantuan Gerobak ke PKL, Wali Kota: Jangan Dijual

Wali Kota Solo meminta PKL merawat gerobak yang diberikan pemerintah.

Solopos.com, BALAI KOTA — Sebanyak 20 gerobak  dibagikan Pemkot kepada pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bengawan, Selasa (15/08/2017). Penyerahan bantuan gerobak dilakukan di halaman Balai Kota usai upacara peringatan HUT ke 67 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengatakan bantuan gerobak diserahkan kepada PKL di sejumlah lokasi yang sebelumnya dilakukan penataan. “Bantuan gerobak kita berikan kepada PKL yang memang mau ditata. Jadi kita fasilitasi dengan bantuan gerobak,” katanya kepada Solopos.com.

Wali Kota meminta bantuan gerobak digunakan sebagaimana mestinya. Pemkot tidak ingin bantuan gerobak dipindahtangankan kepada pihak lain.

Pemkot mengancam akan menarik kembali bantuan gerobak tersebut jika terbukti dipindahtangankan ke pihak lain. “Gerobak jangan ada tulisan dijual. Kalo dijual akan kita ambil. Dan saya minta gerobak terawat,” pintanya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersalaman dengan PKL saat penyerahan 20 gerobak stainless di Balai Kota Solo, Selasa (15/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo bersalaman dengan PKL saat penyerahan 20 gerobak stainless di Balai Kota Solo, Selasa (15/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Pemkot mengakui saat ini kebanjiran permohonan permintaan bantuan gerobak bagi PKL di Kota Bengawan.

Dia mengatakan penyaluran bantuan gerobak merupakan salah satu program Pemkot dalam menata PKL.  Dalam menata PKL, Pemkot tidak asal gusur. Pemkot memberikan solusi penataan berupa pemberian tenda, gerobak, selter maupun relokasi. Program penataan dan penertiban PKL sudah diberlakukan sejak 10 tahun silam. Dari keseluruhan jumlah PKL di Kota Solo sebanyak 5.817 PKL, setidaknya masih terdapat ratusan PKL belum tersentuh penataan dan tersebar di Kota Bengawan.

“Penataan PKL ini memang tidak bisa langsung ditata begitu saja. Kami juga mempertimbangkan sisi kemanusian para PKL. Jadi penataannya bertahap,” kata dia.

Selain penyerahan bantuan gerobak, dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan sertifikasi dari kementerian kesehatan untuk Puskesmas Kratonan dengan predikat utama, serta penyerahan dana bantuan corporate social responsibility (csr) dari Gapensi senilai Rp200 juta untuk penataan rumah tidak layak huni (RTLH).

Upacara peringatan HUT ke-67 Pemprov Jateng di halaman Balai Kota diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot. Bertindak sebagai pemimpin upacara Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…