Sejumlah remaja membawa obor saat Pawai Obor 72 dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI di Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jateng, Sabtu (12/8/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra) Sejumlah remaja membawa obor saat Pawai Obor 72 dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI di Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jateng, Sabtu (12/8/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)
Senin, 14 Agustus 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra Feature Share :

Foto HUT RI di Batang Ditandai Pawai Obor

HUT RI dimeriahkan dengan pawai obor di Batang.

Foto udara warga membawa obor saat Pawai Obor 72 dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI di Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jateng, Sabtu (12/8/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

Foto udara warga membawa obor saat Pawai Obor 72 dalam rangka menyambut HUT ke-72 RI di Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jateng, Sabtu (12/8/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

Hari Kemerdekaan 2017 yang menandai peringatan ke-72 hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) dirayakan dengan berbagai cara oleh warga di pelbagai daerah. Di Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (12/8/2017) malam, sejumlah remaja membawa obor untuk mengikuti Pawai Obor 72. Pawai obor membentuk angka 72 yang diikuti oleh ribuan warga kecamatan Wonotunggal tersebut merupakan wujud persatuan untuk menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonersia (NKRI).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…