Mosaik yang dibentuk suporter PSIS Semarang saat mendukung Laskar Mahesa Jenar dalam laga lanjutan Grup 4 Liga 2 melawan PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (12/8/2017). (Facebook.com-Yudo Fadhillah) Mosaik yang dibentuk suporter PSIS Semarang saat mendukung Laskar Mahesa Jenar dalam laga lanjutan Grup 4 Liga 2 melawan PSIR Rembang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (12/8/2017). (Facebook.com-Yudo Fadhillah)
Minggu, 13 Agustus 2017 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PSIS SEMARANG
Mosaik Merah-Putih Snex Tak Luput dari Cibiran

PSIS Semarang didukung suporternya yang membuat mosaik merah-putih di Stadion Jatidiri, namun sebagian netizen tetap mencibir para suporter.

Solopos.com, SEMARANG – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI), suporter PSIS Semarang memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka dengan membentuk mosaik yang menyerupai bendera merah-putih. Dukungan itu diberikan para suporter kala PSIS Semarang menjamu PSIR Rembang di Satdion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dalam laga lanjutan Grup 4 Liga 2, Sabtu (12/8/2017).

Namun upaya suporter PSIS Semarang dalam menyongsong HUT Kemerdekaan RI itu tak luput dari cibiran warganet di media sosial Facebook. Cibiran itu bermula kala pengguna akun Facebook ?Yudo Fadhillah? mengabarkan aksi suporter tersebut di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Sabtu (12/8/2017).

“Snex suporter PSIS juga cinta tanah air, ini buktinya koreografi dari mereka membentuk merah putih, persembahan untuk Indonesia,” tulis pengguna akun Facebook Yudo Fadhillah dengan menyertakan foto para suporter yang membentuk mosaik menyerupai bendera merah-putih.

Menanggapi aksi suporter di Stadion Jatidiri itu, sebagian warganet di grup Facebook MIK Semar justru bersikap sinis. Tanggapan sinis dan cibiran diberikan netizen lantara mereka masih geram dengan kelakuan sebagian suporter di jalanan yang menurut mereka sangat mengganggu.

Neg memang cinta indonesia yo ning ndalan sing sopan, kuwi dalane wong akeh [Jika memang cinta Indonesia, harus sopan di jalanan. Itu jalan milik orang banyak],” tuilis pengguna akun Facebook Ragel Sincoztanovic.

Halah. Cinta tanah air apaan. Di stadion bisa kayak gitu. Coba kalo di jalanan raya (umum) gak punya aturan. Udah naik motor bertiga, gak pake helm, main lampu merah asal serobot gak ada aturan. Kayak gitu namanya cinta tanah air?” tulis pengguna akun Facebook Watashi Mijil.

Orak sumbut kelakuane nek ning ndalan bocah wingi sore do rak nganggo helm ning ndalan rak duwe aturan jajal nek ijen opo yo wani petakilan ning ndalan [Tak sesuai dengan kelakuan mereka di jalanan. Masih bocah tak memakai helm di jalanan tak patuh peraturan. Coba jika sendirian, apakah mereka berani ugal-ugalan di jalanan],” ungkap pengguna akun Facebook Ayam Den Lape.

Meski demikian, sebagian netizen lainnya mengapresiasi upaya suporter PSIS Semarang dalam membuktikan rasa cinta mereka terhadap Tanah Air. “Josss. Cinta damai. Anti rusuh. Kreatif,” tulis pengguna akun Facebook Yudi Luwanto.

“Mantap, lanjutkan untuk kreasinya yang keren lagi lur,” timpal pengguna akun Facebook Dwi Cahyono.

Terlepas dari berbagai macam komentar netizen, foto mosaik yang ditunjukkan suporter PSIS Semarang saat memberikan dukungannya kepada tim kesayangan mereka dalam laga lanjutan grup 4 Liga 2 itu nayatanya berhasil menyedot perhatian. Foto tersebut sudah ratusan kali dikomentari dan telah mendapatkan lebih dari 3.800 likes.

Pada pertandingan melawan PSIR Rembang itu, PSIS Semarang harus puas dengan hasil imbang 1-1. Atas hasil tersebut, PSIS Semarang gagal mempertahankan rekor kemenangan di kandang sejak kompetisi Liga 2 2017 bergulir. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…