Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (pegang kayu) saat melihat proses budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari. Sabtu (12/8/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (pegang kayu) saat melihat proses budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari. Sabtu (12/8/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 13 Agustus 2017 07:24 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERTANIAN GUNUNGKIDUL
Lebih Menguntungkan, Sultan Tantang Petani Produksi Garam Premium

Pertanian Gunungkidul untuk garam didorong menghasilkan panen lebih baik

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Petani garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari ditantang untuk memroduksi garam dengan kualitas premium. Hal ini disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat melakukan peninjauan budidaya garam di Pantai Sepanjang, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga : DIY Jadi Lokasi Percontohan Produksi Garam, 3 Titik Disiapkan

Pertimbangan untuk membuat kualitas garam premium dilihat dari sisi keuntungan. Sultan menilai dengan membuat garam dengan kualitas nomor satu, keuntungan yang diperoleh petani lebih besar dengan nominal dua kali lipat dibandingkan dengan kualitas yang biasa.

“Kalau yang biasa dipasarkan Rp7.000 per kilo, maka garam premium harganya bisa menembus Rp14.000 per kilogram,” kata Sultan saat menjawab pertanyaan Solopos.com, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Sultan dari sisi produksi pembuatan garam premium sama dengan kualitas yang biasa. Hanya saja, untuk proses penyulingan membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar tiga hari dibandingkan dengan yang normal.

“Tinggal petaninya mau tidak. Masak menunggu tiga hari tidak mau, wong nunggu panen dari petanian selama delapan bulan bisa. Saya kira dengan membuat garam premium untuk yang didapatkan bisa lebih besar,” ujarnya.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….