Suporter Persis Solo, Pasoepati, saat melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Suporter Persis Solo, Pasoepati, saat melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 13 Agustus 2017 22:00 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Strategi di Balik Kemenangan Besar Persis Solo atas Persipur

Ada perubahan strategi yang sukses diterapkan Persis Solo saat menggulung Persipur 4-0 di lanjutan Liga 2, Minggu (13/8/2017).

Solopos.com, SOLO — Penampilan impresif Persis Solo saat menggulung Persipur Purwodadi di Stadion Manahan Solo, Minggu (13/8/2017), tak lepas dari strategi ofensif yang diterapkan sang pelatih, Widyantoro. Tak cukup memasang dua striker di babak pertama, lini depan Persis diisi tiga striker di babak kedua.

Persis Solo menggunakan formasi 4-4-2 di babak pertama dengan menurunkan duet striker Rudiyana dan Agung Supriyanto. Persis langsung tancap gas begitu begitu peluit kick off dibunyikan wasit Suhardiyanto dari Muaraenim.

Rudiyana yang diturunkan sebagai starter langsung mengancam gawang Persipur Purwodadi yang dikawal Randy Arjih Faiz Garinda pada menit kedua. Sayang bola hasil sundulannya masih menyamping sisi kiri gawang.

Persis Solo memimpin satu gol melalui sepakan Bayu Nugroho pada menit ke-13. Pemain bernomor punggung 92 itu mencetak gol setelah mendapat umpan tarik dari Akbar Riansyah. Gol kedua lahir dari kaki Rudiyana pada menit ke-30. Mendapat umpan saat berdiri bebas di mulut gawang, Rudiyana tidak menyianyiakan peluang untuk menggandakan keunggulan Persis menjadi 2-0. Keunggulan Persis itu bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Pelatih Persis Solo Widyantoro memasang tiga striker sekaligus. Dia memasukkan Tri Handoko untuk menggantikan Bakori Andreas yang sebelumnya tampil di lini sayap kanan.

Hasilnya, babak kedua baru berjalan tiga menit, Persis Solo sudah menambah keunggulan menjadi 3-0. Gol dicetak kapten Persis M. Wahyu melalui sepakan akurat dari luar kotak penalti.

Enam menit berselang, strategi Widyantoro yang memasukkan Tri Handoko berbuah manis. Striker bernomor punggung 10 itu melepaskan umpan terukur kepada Agung Supriyanto yang tidak disia-siakannya. Ini adalah gol kedua Agung setelah resmi bergabung Persis Solo dua pekan lalu. Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Kami benar-benar tampil buruk sore ini. Para pemain berulang kali membuat kesalahan. Ada beberapa pemain baru dalam skuat kami. Mungkin mereka butuh adaptasi dulu,” terang Asisten Pelatih Persipur Purwodadi M. Ghani dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Widyantoro mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang tampil luar biasa. Menurutnya, dukungan penuh dari suporter yang tidak ditemukan dalam dua laga sebelumnya telah memberi motivasi luar biasa kepada para pemain. Motivasi anak asuhnya berlipat ganda setelah sanksi pengurangan 3 poin dan kalah walk out (WO) dengan skor 3-0 atas PSIR Rembang resmi dianulir PSSI.

“Kepada pemain, saya selalu meminta untuk menganggap semua laga yang tersisa sebagai final. Pemain tidak perlu memikirkan posisi akhir kami nanti akan di puncak klasemen atau di runner up. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan. Yang penting fokus dan tampil maksimal di lapangan,” ucap Wiwid, sapaan Widyantoro.

Wiwid memberikan pujian khusus kepada Agung Supriyanto yang bisa beradaptasi dengan rekan-rekannya. “Tadi kami memasang tiga striker yang sebetulnya punya tipikal sama. Tetapi, Agung punya keunggulan di time work-nya,” paparnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…