Suporter Persis Solo di bangku B6 memasang spanduk berisikan protes saat pertandingan melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Suporter Persis Solo di bangku B6 memasang spanduk berisikan protes saat pertandingan melawan Persipur Purwodadi dalam Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (13/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 13 Agustus 2017 21:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Di Balik Kemenangan Persis 4-0, Suporter B6 Walk Out

Suporter B6 melakukan walk out saat Persis Solo menang 4-0 atas Persipur di lanjutan Liga 2. Mereka dilarang menggelar spanduk.

Solopos.com, SOLO — Kemenangan telak 4-0 Persis Solo atas tamunya Persipur Purwodadi diwarnai insiden ribuan suporter di tribun B6 yang memilih keluar atau walk out (WO) dari stadion. Suporter yang tergabung dalam Surakartans 1923 itu meninggalkan stadion setelah dilarang membentangkan spanduk berisi aspirasi mereka.

Spanduk panjang bertuliskan, “Neng Kene Isine Salah Karo Salah!” itu mulai dibentangkan suporter yang dulunya menamakan diri sebagai Casual Solo B6 saat laga sudah berlangsung sekitar 40 menit. Kala itu, Persis Solo sudah unggul 2-0 melalui gol yang dicetak Bayu Nugroho dan Rudiyana.

Isi pesan yang menggelitik itu disambut tepuk tangan suporter Pasoepati yang memadati stadion. Meski begitu, bentangan spanduk itu menuai reaksi keras dari pihak keamanan. Melalui pengeras suara, pihak keamanan berulang kali meminta spanduk itu diturunkan namun permintaan itu tidak digubris. Pihak keamanan mengkhawatirkan adanya sanksi kembali dari Komisi Disiplin PSSI akibat bentangan spanduk itu.

Suporter di tribun B6 itu akhirnya menurunkan spanduk, namun mereka mengambil keputusan yang tidak biasa bagi kebanyakan suporter sepak bola. Mereka memilih untuk walk out atau keluar dari stadion. Pihak keamanan sudah mengimbau mereka tetap berada di tribun penonton, namun lagi-lagi imbauan itu tidak digubris. Ribuan suporter itu berduyun-duyun keluar dari stadion hingga hanya tersisa sekitar puluhan suporter di tribun.

“Saya sebenarnya tidak mau mengomentasi sikap suporter di tribun B6 itu. Namun, yang perlu diingat, apapun tingkah laku suporter, mau menyanjung, memaki, mendoakan dan lain sebagainya, itu yang bertanggung jawab adalah klub. Saya hanya berharap adanya spanduk itu tidak menghadirkan masalah di kemudian hari,” ujar Wakil Presiden Pasoepati Ginda Ferachtriawan saat ditemui Solopos.com seusai pertandingan.

Ginda mengaku tidak tahu maksud dari spanduk yang dibentangkan suporter di tribun B6. Dia berharap apabila ada aspirasi atau keluhan dari suporter sebaiknya disampaikan langsung kepada manajemen. Dia juga berharap manajemen bisa mengambil benang merah dari sikap suporter B6.

“Saya selalu meminta anggota Pasoepati untuk mencintai klub ini dengan sepenuh hati, bukan dengan sesuka hati saja. Di dalam stadion itu hanya ada satu sikap, yakni mendukung tim. No racist. No anarchy. Sudah itu saja,” ujarnya.

Ginda menganggap mau menyaksikan pertandingan atau tidak itu hak suporter meski sudah membeli tiket. “Semoga mereka keluar dari stadion karena ada kepentingan lain, bukan karena merasa tidak puas atau apa,” paparnya.

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…