Bayi yang dipaketkan via pos (Shanghaiist.com) Bayi yang dipaketkan via pos (Shanghaiist.com)
Minggu, 13 Agustus 2017 11:15 WIB Chelin Indra Sushmiat/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH TRAGIS
Wanita Ini Tega Memaketkan Bayinya ke Panti Asuhan

Kisah tragis kali ini tentang wanita yang tega memaketkan bayinya ke panti asuhan. 

Solopos.com, SOLO – Seorang wanita di Fuzhou, Tiongkok, harus berurusan dengan polisi lantaran kedapatan mengirim bayi yang dilahirkannya sebagai paket ke sebuah panti asuhan.

Tindakan itu berhasil digagalkan berkat kecurigaan si kurir yang mengantarkan paket tersebut.

Dilansir Shanghaiist, Sabtu (12/8/2017) ibu bayi yang tak disebutkan namanya itu nekat membungkus bayi yang baru dilahirkannya ke dalam plastik hitam dan dikirim via pos. Ia bahkan tak mengizinkan si kurir memeriksa paket tersebut sebelum dikirim.

Di tengah perjalanan menuju ke panti asuhan, si kurir merasakan ada pergerakan aneh pada paket yang dibawanya. Ia juga mendengar suara tangisan dari dalam bungkusan itu. Ia lantas menghentikan kendaraan dan membuka paket itu. Betapa terkejutnya ia melihat paket itu berisi bayi mungil.

Sang kurir yang panik langsung berteriak meminta bantuan orang sekitar. Beruntung nyawa bayi itu bisa diselamatkan. Menurut dokter yang menangani, bayi itu mengalami dehidrasi karena cuaca yang sangat panas. Saat ini si bayi dirawat di rumah sakit agar kondisinya lebih stabil.

Sementara itu, polisi kini menahan ibu sang bayi. Meski telah berjanji akan merawat bayi itu, ia tetap tak bisa lepas dari jeratan hukum. Berdasarkan hukum yang berlaku, ia bisa mendapat hukuman hingga lima tahun penjara lantaran mencoba menelantarkan anak kandungnya.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui pasti apa alasan wanita itu menelantarkan anaknya. Namun, ia telah berjanji akan merawat anaknya dengan sepenuh hati.

“Ibu bayi ini belum mengatakan alasannya melakukan tindakan itu. Tapi, ia sudah berjanji akan merawat anaknya dengan baik,” tutur pihak kepolisian.

Tindakan wanita itu pun membuat warganet di Tiongkok marah. Mereka mengecam tindakan si wanita yang dinilai tak berperikemanusiaan. Mereka bahkan tak rela bayi itu dikembalikan kepada ibu kandungnya.

“Untuk apa mengembalikan bayi itu kepada ibunya? Apakah ia tak akan membuang bayinya lagi?” protes warganet.

“Anak itu sangat beruntung masih bisa bertahan hidup. Orang tua macam apa yang tega melakukan tindakan keji itu. Dia harus dihukum dengan berat,” sambung warganet lainnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…