UPN Veteran Yogyakarta (IST UPN Veteran) UPN Veteran Yogyakarta (IST UPN Veteran)
Minggu, 13 Agustus 2017 04:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KAMPUS JOGJA
Antisipasi Gerakan Radikal, Dosen pun Perlu Mendapatkan Pelatihan Bela Negara

Kampus Jogja UPN Veteran Jogja memiliki kebijakan khusus untuk dosen.

Solopos.com, SLEMAN –  Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja menggelar pelatihan bela negara bagi ratusan dosen dengan diasramakan dan dididik langsung oleh instruktur dari kalangan TNI di AAU, Jumat (11/8/2017) hingga Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga : KAMPUS JOGJA : Ratusan Dosen UPN Diasramakan, Ini Tujuannya

Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi Prof Bondan Tiara Sofyan menambahkan pelatihan bela negara bagi para dosen, dalam rangka menghadapi ancaman nyata bukan hanya soal radikalisme, tetapi juga bahaya narkoba. Apalagi, dosen menghadapi mahasiswa dengan usia antara 18 hingga 22 tahun yang merupakan usia rawan untuk diinfiltrasi berbagai paham. Karena itu, pelatihan bela negara bagi dosen dinilai sangat diperlukan.

“Selain keilmuan, dosen di kampus juga harus mengingatkan tentang wawasan kebangsaan ini. Kalau ada informasi tidak benar jangan diteruskan,” ujarnya,

Ia tak menampik  jika pelatihan bela negara itu sebagai salahsatu respon banyaknya dosen dari universitas di Indonesia yang terpapar organisasi HTI.

“Itu antara lain, supaya kita waspada, tahu bahwa negeri ini ada ancamannya, tidak tinggal diam, harus aktif,” ucap dia.

Wakil Gubernur AAU Marsma Fachry Adami mengatakan, pihaknya mengerahkan sebagian besar instruktur dan dosen di AAU untuk memberikan pelatihan bela negara. Materi yang diberikan antara lain penyegaran kepada dosen untuk mengingat kembali nilai pancasila dan UU 1945 untuk diimplementasikan di kehidupan sosial. Serta diberikan materi arti disiplin bagi masyarakat yang harus dimaknai sebagai hal yang penting. Selain itu, diberikan dorongan bahwa konteks bela negara bukan berarti hanya latihan militer. Karena bela negara bisa dilakukan sesuai kemampuannya, seperti para dosen melakukan fungsi bela negara melalui keilmuannya.

“Tetapi harus memiliki pengetahuan seperti apa yang dilakukan ketika ada tuntutan membela negara secara fisik nah ini dikenalkan kepada mereka. Kita ingin dari pemahaman sehingga sebagai tenaga pengajar langsung,” tegasnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…