Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke Pantai Depok dalam peringatan HUT HSNI ke-44, Minggu (21/5/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke Pantai Depok dalam peringatan HUT HSNI ke-44, Minggu (21/5/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 13 Agustus 2017 16:30 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

Di Ponpes Tebuireng, Susi Pudjiastuti Bicara Ikan, Santri, dan Agama

Menteri Susi Pudjiastuti berbicara tentang ikan, santri, dan pendidikan agama saat mengunjungi kompleks Ponpes Tebuireng II, Jombang.

Solopos.com, JOMBANG — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ingin pesantren-pesantren Indonesia mandiri dalam sektor perikanan agar kebutuhan protein santri tercukupi sehingga menjadi generasi cerdas. Susi juga berbicara aspek keagamaan dan spiritualitas dalam membentuk generasi cerdas itu.

“Kami ingin agar para santri bisa mendapatkan cukup asupan ikan, asupan protein untuk anak-anak supaya pintar. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kompetitif sama pintarnya dengan orang luar,” katanya saat mengunjungi SMA Trensains Tebuireng, Pondok Pesantren Tebuireng II, Jombang, Minggu (13/8/2017).

Dalam acara penebaran perdana benih ikan lele sistem bioflok itu, Susi mengungkapkan pemerintah sengaja memberikan bantuan ikan lele kepada sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Dia ingin anak-anak Indonesia menjadi lebih cerdas agar bisa menjawab tuntutan globalisasi dan kompetisi dunia yang semakin berat. Mereka, kata Susi, harus mulai kerja keras dengan dibarengi spirit yang tidak boleh lemah.

“Manusia Indonesia harus dipersiapkan dengan lebih baik untuk menjadikan manusia yang lebih kuat, lebih punya semangat dan punya prinsip serta tujuan dalam hidupnya, terutama dari menjaga arus pengaruh ideologi aliran yang bisa mengganggu ketenangan hidup berbangsa dan bernegara,” kata Susi.

Dia mengatakan agama menjadi pilar penting dalam menjaga norma aturan dan etika hidup berbangsa, berkomunikasi, dan juga tata negara. Untuk itu, ia menyebut tanpa agama yang kuat, negara akan kehilangan arah, stabilitas politik dan ekonomi menjadi tidak baik.

Susi menambahkan, pondok pesantren juga cikal bakal pendidikan selain sekolah umum. Ia optimistis pondok pesantren akan lebih mengintensifkan dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan.

Pemerintah memberikan bantuan berupa sistem budi daya bioflok yang diharapkan membuat pesantren membudidayakan ikan untuk kecukupan gizi para santri. Dengan cara seperti ini tingkat konsumsi ikan meninggi sampai 1 kg per pekan, sehingga dalam satu tahun tingkat konsumsi mencapai 50 kg per anak atau, sedikit di atas target pemerintah 46 kg per anak per tahun.

Susi lalu menyerahkan bantuan program gerakan pakan mandiri kelompok budi daya ikan dan pondok pesantren, bantuan pakan, sarana pengolahan, bantuan sarana budi daya lele sistem bioflok untuk 21 penerima pondok pesantren se-Jatim yang total bernilai Rp6,8 miliar.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…