Ilustrasi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Twitter) Ilustrasi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan (Twitter)
Minggu, 13 Agustus 2017 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

BPJS Ketenagakerjaan Madiun Gandeng 4.303 Perusahaan

BPJS Ketenagakerjaan Madiun membukukan pencapaian tambahan peserta 99% dari target.

Solopos.com, MADIUN — Target kepesertaan yang dibebankan pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kantor Cabang Madiun tahun ini nyaris tercapai.

BPJS Ketenagakerjaan Madiun berhasil mewujudkan 99 persen hasil kerjasama dan penandatanganan nota kesepahaman dengan 4.303 perusahaan yang tersebar di wilayah eks-Keresidenan Madiun.

“Ya, kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun telah berhasil mendapatkan kepesertaan dari 4.303 perusahaan, yakni 99 persen dari target tahun 2017,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Edy Suryono dikonfirmasi di sela peresmian gedung baru mereka di Jalan DI Panjaitan 10 Kota Madiun, Rabu (9/8/2017).

Dia menambahkan tenaga kerja aktif yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan saat ini telah mencapai 76.789 atau 82 persen dari target yang telah ditentukan.

Menurut Edy, sampai sampai akhir Juli 2017 BPJS Ketenagakerjaan Madiun telah membayarkan klaim dengan total Rp38,47 miliar untuk 5.117 pengajuan klaim.

Hal itu meliputi klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) senilai Rp2,813 miliar untuk 194 kasus, jaminan hari tua (JHT) senilai Rp35,34 miliar untuk 4.776 kasus, jaminan pensiun (JP) senilai Rp372 juta untuk 272 kasus dan jaminan kematian (JKM) senilai Rp1,2 miliar untuk 91 kasus.

Dia mengatakan pembangunan gedung baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun diharap bisa menjadi momentum untuk menyemangati jajaran pegawai BPJS ketenagakerjaan dalam melindungi sektor pekerja hingga UMKM di wilayah tugasnya yang meliputi kabupaten/kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang hadir dalam peresmian gedung baru BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun berharap bisa meningkatkan pelayanan asuransi ketenagakerjaan yang diselenggarakan BUMN pemerintah tersebut.

“Sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan Madiun ini menempati kantor dengan status masih menyewa, sekarang gedung yang diresmikan ini sudah milik sendiri. Saya harapkan dengan dimilikinya kantor baru ini bisa meningkatkan pelayanan prima. Para calon peserta maupun peserta asuransi yang berkunjung di kantor ini bisa lebih nyaman,” kata Agus Susanto.

Dengan diresmikannya gedung baru tersebut, Agus Susanto juga menginginkan para pegawainya bisa merasakan suasana dan semangat baru dalam upaya menjalankan tugasnya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Akuntabilitas Dana Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (9/8/2017). Esai ini karya Agus Riewanto, doktor Ilmu Hukum dan dosen di Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah agusriewanto@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam beberapa tahun belakangan ini…