Ilustrasi motor custom yang tampil dalam Suryanation Motorland 2017 di Kota Semarang. (suryanation.id) Ilustrasi motor custom yang tampil dalam Suryanation Motorland 2017 di Kota Semarang. (suryanation.id)
Minggu, 13 Agustus 2017 20:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

AGENDA SEMARANG
Puluhan Motor Custom Tampil di Suryanation Motorland 2017

Agenda Suryanation Motorland 2017 di Semarang dimeriahkan puluhan motor custom.

Solopos.com, SEMARANG — Puluhan sepeda motor custom memeriahkan ajang Suryanation Motorland 2017 di eks Wahana Permainan Wonderia Semarang, Sabtu (12/8/2017). Agenda Kota Semarang itu melombakan berbagai kelas motor custom.

Motor-motor custom yang tampil dalam Suryanation Motorland 2017 di Semarang itu terdiri atas berbagai jenis mptpr, dari basis umum yang dipakai masyarakat, seperti cub (sepeda motor bebek) berkapasitas silinder normal hingga motor berkelas CC besar. Motor-notor yang tampil dalam agenda Kota Semarang itu sengaja dirombak dengan beragam konsep.

Beberapa motor bahkan terlihat sudah dipermak sedemikian rupa sehingga membuat pangling wujud aslinya, seperti Binter Merzy milik Bobby Aditya yang dilombakan di kelas chopper/bobber. Dengan lampu berbentuk menyerupai segitiga dipadu dengan stang lurus sejajar dengan ban gambot, berbeda dengan wujud asli motor keluaran Kawasaki yang pernah jaya pada era 1980-an.

“Pada tahun ini, kami kembali lagi ke Kota Semarang karena lokasinya yang strategis,” kata Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya, PT Gudang Garam Tbk. selaku penyelenggara agenda yang digelar di Kota Semarang tersebut. Semarang, kata dia, mudah dijangkau oleh pencinta custom culture di wilayah Jawa Tengah yang selama ini termasuk provinsi yang memiliki banyak sekali peminat motor custom.

Sebelum di Semarang, kata dia, Suryanation Motorland sukses mengguncang Kota Medan, Palembang, dan Tangerang Selatan di awal 2017, sebagaimana event tahun lalu di Perumahan Citra Grand, Semarang. “Melihat kemeriahan tahun lalu, kami kembali menghadirkan custom bike contes untuk beberapa kelas, antara lain, street cub/choppy cub atau berbasis sepeda motor bebek,” katanya.

Selan itu, dilombakan pula kelas cafe racer, yakni aliran modifikasi motor balap zaman dulu, scrambler/tracker, chopper/bobber, sport FFA, dan matic custom untuk memfasilitasi pencinta skubek matic. Motor-motor yang dikonteskan itu akan dinilai oleh tiga juri, yakni Bimo Hendrawan (Bimo Custombike Jakarta), Tommy Dwi Djatmiko (Mastom Custom Jakarta), dan Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta).

Selain kontes, Suryanation Motorland juga menghadirkan dua aktivitas baru di Semarang, yakni pinstripe battle dan stund ride competitio atau freestyle dengan menghadirkan juri profesional. “Kami mengundang juri yang sudah punya nama besar di dunia pinstripe dan stund ride, yakni Rio Bronx dari Bronx Custom Painting dan freestyler profesional Reza SS,” pungkas Ari.

Sementara itu, Tommy Dwi Djatmiko yang merupakan salah satu juri didapuk berkolaborasi dengan dua pemenang Suryanation Motorland 2016 untuk membuat iconic bike yang menjadi maskot. Berbasis motor Moto Guzzi V7 II Stone, Onny Widiyayana (pemenang di Semarang) dan Hendra Ardiansyah (pemenang di Makassar) bersama Tommy meramu konsep modifikasi untuk iconic bike ajang itu.

“Kalau saya sudah suka modifikasi sejak 1993 habis lulus SMA. Kebetulan, ketika itu saya bergabung di komunitas Bikers Brotherhood Bandung dan jadi anggota paling muda,” pungkas Tommy.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…