Seorang relawan tengah memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung Pantai Parangtritis yang menangis mengerang kesakitan setelah terkena sengatan hewan laut ubur-ubur pada puncak liburan lebaran, Minggu (3/8/2014). (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja) Seorang relawan tengah memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung Pantai Parangtritis yang menangis mengerang kesakitan setelah terkena sengatan hewan laut ubur-ubur pada puncak liburan lebaran, Minggu (3/8/2014). (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 13 Agustus 2017 20:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

20 Wisatawan di Pantai Sepanjang Tersengat Ubur-Ubur Beracun

Serangan ubur-ubur beracun menimpa wisatawan di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari

Solopos.com, GUNUNGKIDUL –-Serangan ubur-ubur beracun menimpa wisatawan di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul. Sedikitnya terdapat 20 orang wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur beracun terbsebut.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan pada Minggu (13/8/2017) terdapat sedikitnya 20 wisatawan yang tersengat ubur-ubur beracun.

“Total yang tercatat ada sebanyak 14 orang korban, namun sebetulnya ada sebanyak 20 orang korban. Enam diantaranya tidak mengalami cidera yang serius,” katanya, Minggu kemarin.

Dia menjelaskan serangan ubur-ubur pertama kali terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kondisi pantai mulai ramai. Awalnya rombongan wisatawan asal Klaten dan beberapa wisatawan dari daerah lain tengah berwisata di Pantai Sepanjang, Saat sejumlah wisatawan mulai asyik bermain air di bibir pantai, mereka mengeluhkan sakit di bagian kaki, seperti tersengat sesuatu.

Tim SAR langsung mendatangi korban dan melihat bintik-bintik merah di kulit yang merupakan akibat tersengat ubur-ubur beracun atau impes. “Mereka langsung kami evakuasikan. Setelah ditelusuri ternyata serangan ubur-ubur beracun,” ujarnya.

Wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur tersbut mengeluhkan gatal-gatal di bagian yang tersengat, sakit perut, dan sebagian lagi mengalami sesak napas. Para korban langsung dibawa ke Pos SAR untuk diberikan pertolongan. Sebanyak tiga korban yang mengalami sesak napas langsung diberikan oksigen.

Petugas SAR juga mengusapkan alkohol di bagian tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur untuk meredam rasa sakit yang ditimbulkannya. Kendati banyak terjadi korban, namun tidak sampai menimbulkan luka ataupun sakit yang serius.

Surisdiyanto mengatakan, serangan impes ini baru terjadi di Pantai Sepanjang saja. Sementara pantai-pantai lain di Gunungkidul belum terdapat laporan sengatan ubur-ubur beracun. “Pantai lain masih aman, baru pantai sepanjang yang ada laporan wisatawan tersengat,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…