Kondisi bus BST dan feeder yang terparkir di halaman Terminal Tirtonadi, Kamis (2/2/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Kondisi bus BST dan feeder yang terparkir di halaman Terminal Tirtonadi, Kamis (2/2/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Sabtu, 12 Agustus 2017 09:00 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

TRANSPORTASI SOLO
Operasikan BST Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto, Damri Minta Jaminan Ini

Transportasi Solo, Perum Damri bakal mengoperasikan BST jalur Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto.

Solopos.com, KARANGANYAR — Perum Damri Cabang Solo bakal mengoperasikan Bus Batik Solo Trans (BST) di koridor 4 (Terminal Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto). Pengoperasian itu tinggal menunggu persetujuan dari Perum Damri pusat.

Di sisi lain, Perum Damri meminta jaminan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Solo. Jaminan itu berupa tidak adanya lagi penolakan dari para sopir angkutan umum perkotaan (angkuta) di jalur yang sama.

General Manager (GM) Perum Damri Cabang Solo, Sentot Bagus Santoso, menceritakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada 2015 lalu pernah meminta Perum Damri mengoperasikan bus BST untuk melayani penumpang di koridor 8 (sekarang disebut koridor 4).

Namun, baru dua pekan berjalan, operasional bus BST di koridor tersebut diprotes para sopir angkuta. Dia menyebut para pengemudi bus BST bahkan sampai disetop di tengah jalan oleh sopir angkuta agar menghentikan pelayanan.

“Para sopir angkuta protes karena bus BST dianggap mengambil pelanggan mereka. Kami tidak mau hal itu terulang lagi,” kata Sentot saat ditemui Solopos.com di Kantor Perum Damri Cabang Solo, Palur, Karanganyar, Jumat (11/8/2017).

Sentot mengetahui Dishub Solo kini sudah menjalin komunikasi dengan para sopir angkuta terkait rencana pengoperasian bus BST di koridor 4. Dia berharap perundingan tersebut bisa membuahkan kesepakatan yang mampu mengantisipasi terjadinya perdebatan di lapangan.

Sentot menyatakan Perum Damri bakal merugi jika pengoperasian bus BST tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Perum Damri harus membayar tenaga yang telah direkrut sesuai perjanjian. Perum Damri juga harus menutup pembiayaan operasional bus BST.

“Kan tidak bisa kami seenaknya memutus hubungan kerja pengemudi bus BST atau pramugari. Kami bisa manyalahi kontrak kerja pegawai. Jadi pada intinya kami berharap rencana pengoperasian bus BST di koridor 4 benar-benar matang,” kata dia.

Disinggung soal rencana waktu pengoperasian bus BST di koridor 4, Sentot belum bisa memastikan. Dia masih menunggu tanggapan dari Direksi Perum Damri di Jakarta.

Perum Damri Cabang Solo bertindak hanya sebagai pelaksana. Sentot mengatakan Dishub Solo sudah mengirim surat terkait operasional bus BST koridor 4 kepada Direktur Utama Perum Damri tertanggal 8 Agustus 2017.

“Biasanya setelah menerima surat kerja sama seperti yang diajukan Dishub Solo, [Perum Damri] pusat akan mengirim petugas ke wilayah untuk melakukan kajian detail mengenai kebutuhan pembiayaan, pendataan, dan lain-lain. Tahap ini belum dilampaui,” kata dia.

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan Dishub sudah menyiapkan segala keperluan guna mendukung pengoperasian bus BST di Koridor 4. Menurut dia, pengoperasian bus BST dengan rute Terminal Kartasura-Palur tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Direksi Perum Damri.

Dishub sudah mengirim 12 unit bus BST ke Perum Damri Cabang Solo. Bukan hanya itu, Dishub juga sudah memasang halte di sepanjang rute koridor 4. Dia berharap pengoperasian bus BST di koridor 4 bisa dimulai secepatnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…