Dinamika kapal barang di Terminal Petikemas (TPK) Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Jumat (11/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Dinamika kapal barang di Terminal Petikemas (TPK) Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Jumat (11/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Sabtu, 12 Agustus 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

Foto Tanjung Emas Didinamiskan Kapal Barang

Tanjung Emas terus dinamis dengan kapal barang.

Kapal barang bersandar di Terminal Petikemas (TPK) Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Jumat (11/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Kapal barang bersandar di Terminal Petikemas (TPK) Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Jumat (11/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Kapal-kapal barang yang bersandar di Terminal Petikemas (TPK) mendinamiskan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (11/8/2017). Berdasarkan data TPK Semarang, per Juli 2017 kunjungan kapal barang mencapai 462 kapal atau naik 11 persen dibanding periode Juli 2016, dan arus peti kemas dalam satuan TEUs (Twenty-foot Equivalent Units) mencapai 367.867 TEUs atau naik 2,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…