Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (berdiri depan kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, saat mengembalikan berkas formulir pendaftaran cagub dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Jumat (11/8/2017). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com) Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (berdiri depan kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, saat mengembalikan berkas formulir pendaftaran cagub dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Jumat (11/8/2017). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)
Sabtu, 12 Agustus 2017 18:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
Ganjar Pranowo Siap Jadi Jurkan Jika Tak Dipilih PDIP Jadi Cagub

Pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 dihadapi Ganjar Pranowo sesuai keputusan Ketua Umum PDIP.

Solopos.com, SEMARANG — Ganjar Pranowo mengaku siap menerima apapun keputusan dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dengan pendaftaran dan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Saya siap menerima rekomendasi [dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri] maupun tidak. Kalau tidak dapat rekomendasi saya siap menjadi jurkam,” katanya seusai pengembalian formulir pendaftaran bakal calon gubernur di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah di Kota Semarang, Jumat (11/8/2017).

Terkait dengan pelaksanaan pendaftaran dan penjaringan bakal cagub dan cawagub Jateng yang dilakukan PDIP, Ganjar menyebutkan bahwa semua pendaftar mempunyai kesempatan yang sama pada proses politik partai berlambang banteng moncong putih itu. “Tidak ada yang spesial, Bu Mega menginstruksikan untuk mengikuti prosedur yang sama, tidak ada yang eksklusif,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai visi misi yang akan diusung dirinya jika mendapat rekomendasi maju sebagai bakal cagub, Ganjar menjelaskan bahwa bakal ada pengembangan daripada sebelumnya. “Kalau visi masak berubah-ubah, tapi misi bisa berubah karena ada yang sudah tercapai dan ada yang belum tercapai,” kata mantan anggota DPR itu.

Suami dari Siti Atikoh itu menyebutkan beberapa hal di Provinsi Jateng yang berubah menjadi baik, antara lain reformasi birokrasi, integritas, dan pembangunan infrastruktur.

Saat ditanya apakah yakin mendapat rekomendasi dsri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ganjar hanya menjawab bahwa keyakinan itu selalu diikhtiarkan dengan doa. “Saya dan Pak Heru sudah melaporkan kinerja kami selama empat tahun memimpin Jateng kepada DPP, dan DPP yang akan melihat indikator-indikatornya,” ujarnya.

Ganjar mengaku ada keinginan untuk dipasangkan lagi dengan Heru Sudjatmoko sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah untuk periode selanjutnya. “Keinginan ada, tapi kalau soal keputusan lagi-lagi kita pakai tradisi PDIP. Saya sepakat dengan Pak Heru, dipasangkan kami maju, tidak dipasangkan kami siap, salah satu di antara kami [mendapat rekomendasi], kami siap,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…