Stok garam bata di salah satu kios sembako di Pasar Beringharjo mulai tersedia meski jumlahnya masih sangat terbatas, Jumat (11/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Stok garam bata di salah satu kios sembako di Pasar Beringharjo mulai tersedia meski jumlahnya masih sangat terbatas, Jumat (11/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 12 Agustus 2017 06:22 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KOMODITAS PANGAN
Stok Garam Terbatas, Pasar Sepi Pembeli

Komoditas pangan untuk ketersediaan garam masih terbatas

Solopos.com, JOGJA — Garam bata masih dipasok terbatas di pasaran. Selain itu, harga beberapa komoditas masih bertahan tinggi karena fluktuasi pasokan.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di Pasar Beringharjo, pasokan garam bata mulai tersedia di sejumlah kios pedagang sembako. Kendati demikian, pasokan garam bata masih sangat terbatas.

Mitro, salah satu pedagang sembako mengaku saat pasokan garam normal, biasanya dapat menerima 100 pak.

“Sekarang ini, pasokan yang ada dibagi-bagi dengan pedagang lainnya. Saya hanya dapat sekitar 30 pak,” ujar Mitro, Jumat (11/8/2017).

Harga garam bata dengan merek Neng Ndut saat kondisi normal dipatok Rp9.000 sampai Rp10.000 per bungkus isi 12 buah. Namun, sejak pasokan sulit, garam ini dipatok dengan harga Rp16.000 per bungkus. Kondisi ini juga turut mengkerek harga garam jenis bubuk dan krosok atau garam kasar.

“Garam krosok biasanya eceran Rp6.000, sekarang Rp9.000. Garam halus juga ikut naik, karena orang jadi banyak cari,” jelas Mitro.

Kendati pasokan garam mulai tersedia, Mitro mengaku penjualan masih relatif sepi. Tidak hanya terasa pada komoditas garam dapur saja, tetapi juga pada komoditas lain yang ada di kiosnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Apa Kabar Solo Kota Kreatif?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (10/8/2017). Esai ini karya Fajar S. Pramono, alumnus Universitas Sebelas Maret yang meminati tema-tema sosial dan ekonomi. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2013 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif waktu itu Mari…