Seekor monyet dipekerjakan di Kawabukiya Tavern. (Istimewa) Seekor monyet dipekerjakan di Kawabukiya Tavern. (Istimewa)
Sabtu, 12 Agustus 2017 18:30 WIB Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Kedai Sake di Jepang Pekerjakan Monyet Sebagai Pelayan

Sebuah restoran di Jepang mempekerjakan monyet sebagai pelayan.

Solopos.com, TOKYO – Sebuah kedai sake di Jepang, Kayabukiya Tavern, beberapa ekor monyet sebagai pelayan. Restoran terkenal yang pelanggannya dari kalangan orang biasa hingga tokoh terkenal ini mempekerjakan sedikitnya lima monyet, Fuku, Yume, Matsu, Hana and Momotaro.

Monyet-monyet spesies macague tersebut bekerja selama dua jam per hari. Bahkan mereka telah mendapat sertifikat kerja dari pemerintah setempat.

Kedua monyet diberi upah kacang kedelai dan sesekali mendapat tip dari pelanggan.

Salah satu monyet bernama Yat bertugas menyerahkan gelas kosong kepada pelanggan. Sedangkan Fuku, monyet yang lebih muda bertugas menyerahkan handuk pada pelanggan. Di Jepang, masyarakat memakai handuk untuk membersihkan tangan sebelum makan atau minum.

Dalam unggahan NDTV, 6 Oktober 2008, di laman berbagi video, Youtube, dua monyet tersebut tampak menggunakan seragam kotak-kotak hitam putih meloncat kesana kemari melayani pelanggan layaknya manusia.

Pemilik kedai, Kaoru Otsuka, awalnya memelihara monyet sebagai peliharaan pada umumnya. Namun sejak Yat sering mengikuti tingkah laku pemiliknya, yakni memberikan handuk pada pelanggan sejak itulah dia memperkerjakan monyet.

Salah satu pelanggan kedai, Takayoshi Soeno mengatakan kera sebenarnya pelayan yang lebih baik dari beberapa manusia yang terkadang melayani dengan sangat buruk.

“Hewan itu seperti anak-anakku, bahkan anakku tidak sepatuh Yat,” kata pelanggan kedai Miho Takikkawa.

Pada malam tertentu, biasanya monyet-monyetnya akan menampilkan beberapa trik sulap dengan menggunakan baju tradisional.

Sebenarnya banyak tempat untu kmenyaksikan monyet. Namun, hanya kedai yang menjual bir dan sake ini saja orang-orang dapat berinteraksi langsung dengan monyet.

Istri pemilik kedai mengatakan, sebelumnya kedai ini lebih banyak dikunjungi wisatawan asing. Namun, sekarang mengalami peningkatan pengunjung lokal sejak Menteri Pertahanan Jepang, Shigeru Ishiba, mempromosikan kedai tersebut tahun lalu.

 

Mariah Gipty Awwaha/JIBI/Solopos.com

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Apa Kabar Solo Kota Kreatif?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (10/8/2017). Esai ini karya Fajar S. Pramono, alumnus Universitas Sebelas Maret yang meminati tema-tema sosial dan ekonomi. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2013 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif waktu itu Mari…