Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Sabtu, 12 Agustus 2017 15:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KEMISKINAN JATENG
Ganjar Pranowo Ajak Keroyok Kemiskinan

Kemiskinan menurut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus ditanggulangi secara keroyokan.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beranggapan bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan dengan pola keroyokan oleh berbagai pihak yang terkait.

“Pak Jokowi [Presiden Joko Widodo] pun juga berpikir yang sama, maka kemudian kayaknya polanya mesti keroyokan. Katakan kita ambil dari angle bujet, maka APBD enggak cukup, inovasinya harus ada, kita keroyok dengan CSR, database dikuatkan dan programnya diarahkan serta fokus pada yang miskin,” katanya di Kota Semarang, Jumat (11/8/2017).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ganjar di sela-sela pengembalian formulir pendaftaran bakal calon gubernur di kantor DPD PDIP Jawa Tengah. Pernyataan itu rupanya terkait dengan isu kampaye kubu partai politik lawannya yang belakangan ini gencar menyoroti kurangnya keberhasilan pempro di bawah kepemimpinan Ganjar Pramono mengentaskan kemiskinan warga Jateng.

Menanggapi adanya kritikan mengenai Pemprov Jateng yang dinilai tidak serius menanggulangi kemiskinan itu, Ganjar berkilah bahwa angka kemiskinan di Jateng tidak stagnan. “Angka kemiskinan tidak stagnan, tapi turun meskipun pelan-pelan. Wong saya juga geregetan, sama, saya cek di kabupaten-kota sama, di nasional juga sama,” ujarnya.

Menurut Ganjar, belum ada teori yang bisa menurunkan angka kemiskinan di suatu daerah dengan cepat, apalagi dengan kondisi perekonomian seperti sekarang. “Saya tidak akan mengelak untuk mencari kesalahan, saya kira saya sudah sadar betul bagaimana mencari solusi yang lebih sistematis secara nasional,” katanya.

Ganjar mengaku menerima kritikan berbagai pihak dengan senang karena penanggulangan kemiskinan memang pekerjaan yang berat. “[Pengurangan angka kemiskinan] kalau tidak dengan model keroyokan, tidak bisa,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…