Warga Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang, mengambil air bersih kiriman tim BPBD Sragen, Jumat (11/8/2017). (Istimewa/Dokumentasi BPBD Sragen) Warga Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang, mengambil air bersih kiriman tim BPBD Sragen, Jumat (11/8/2017). (Istimewa/Dokumentasi BPBD Sragen)
Sabtu, 12 Agustus 2017 04:30 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

KEKERINGAN SRAGEN
BPBD Mulai Kirim Air Bersih ke Daerah Krisis

BPBD Sragen mulai mengirim bantuan air bersih ke daerah-daerah yang rawan krisis air.

Solopo.com, SRAGEN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih untuk minum, mandi, dan cuci, Jumat (11/8/2017).

Penyaluran itu adalah yang pertama pada musim kemarau ini. Sasaran pengiriman air bersih tersebut yakni warga Dukuh Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang. Dua tangki air dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel), Jumat petang. “Sebenarnya rencana kami pengiriman air hari Senin [14/8/2017]. Tapi karena kondisinya mendesak, akhirnya kami kirim hari ini. Kami kirim dua tangki air kapasitas 5.000 liter per tangki,” tutur dia.

Sigit menjelaskan sebelumnya sudah ada surat permohonan pengiriman air bersih dari Pemdes Ngargotirto. Tapi surat tersebut harus direvisi lantaran ada kesalahan administrasi di subjek tertuju surat.

“Tim kami survei ke lokasi dan merekomendasikan segera dilakukan pengiriman air lantaran warga membutuhkan. Berapa keluarga yang membutuhkan suplai air bersih di dukuh itu saya belum ada data,” ujar dia.

Sigit melanjutkan ada dua lokasi target pengiriman air di Kowang, Ngargotirto. Masing-masing lokasi dikirim satu tangki air. Tak menutup kemungkinan suplai serupa akan berulang.

“Nanti lihat sesuai kebutuhan di lapangan, menyesuaikan saja. Sebenarnya ada sumber air di lokasi tapi lokasi jauh dari permukiman warga. Kalau nanti masih butuh suplai air ya akan kami layani,” tambah dia.

Sigit mengatakan sejauh ini baru Ngargotirto yang sudah mengajukan permohonan air bersih kepada Pemkab. Sangat mungkin dalam beberapa hari ke depan desa-desa lain menyusul.

Terdapat puluhan desa di Bumi Sukowati masuk kategori rawan krisis air bersih seperti di Kowang. “Selain menunggu laporan, tim kami terjun ke daerah rawan untuk cek ketersediaan air,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Camat Sumberlawang, Sumarsih, mengakui ada beberapa dukuh di Sumberlawang yang rawan kekurangan air bersih saat kemarau. Sumber air di rumah warga mengering dan lokasi itu belum terjangkau jaringan air PDAM.

Pemkab Sragen sudah rutin menyuplai air bersih kepada warga. “Karena sudah langsung dipenuhi, warga tak sampai kesulitan air. Itu sudah otomatis setiap tahun,” ujar dia saat berbincang dengan Solopos.com belum lama ini.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Apa Kabar Solo Kota Kreatif?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (10/8/2017). Esai ini karya Fajar S. Pramono, alumnus Universitas Sebelas Maret yang meminati tema-tema sosial dan ekonomi. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2013 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif waktu itu Mari…