Pintu Waduk Cengklik (SOLOPOS/Ahmad Mufid Aryono)
Sabtu, 12 Agustus 2017 15:00 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

INFRASTRUKTUR BOYOLALI
Debit Air Waduk Cengklik Berkurang 300 Liter/Detik

Infrastruktur Boyolali, debit air Waduk Cengklik yang mengalir ke saluran irigasi makin berkurang.

Solopos.com, BOYOLALI — Sedimentasi dan kerusakan irigasi di Waduk Cengklik membuat debit waduk tersebut berkurang cukup signifikan. Di Waduk Cengklik sisi kiri, pengurangan debit air bahkan mencapai 300 liter/detik.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) di Balai Desa Dibal, Ngemplak, akhir pekan lalu. Menurut P3A, berkurangnya debit air waduk disebabkan sedimentasi waduk dan kerusakan saluran irigasi.

Akibatnya, debit air yang sebelumya bisa mencapai 919 liter/detik, kini hanya 713 liter/detik. “Pada 1995 lalu, debit air Cengklik kiri pernah mencapai seribuan liter/detik. Tapi, sedimentasi yang terus menebal membuat volume waduk berkurang,” ujar Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Tri Mandiri, Samidi, dalam forum.

Dalam forum tersebut, Samidi juga mengkritik kondisi saluran irigasi sekunder di daerah irigasi Cengklik yang rusak parah. Bahkan, kerusakan saluran irigasi Cengklik terparah se-Jawa Tengah.

“Saya studi banding ke beberapa wilayah pertanian irigasi di Jateng, kesimpulannya saluran irigasi sekunder Cengklik ini terjelek se-Jateng,” kata Samidi kepada petani dan pejabat Pengawas Sumber Daya Air (PSDA) yang hadir kala itu.

Koordinator Satuan Pelaksana (Satpel) PSDA Jateng, Walduwi, mengakui adanya sejumlah saluran irigasi yang rusak, baik karena usia, terkena proyek tol, dijadikan hunian warga, atau ditimbun dan ditanami pohon.

Meski demikian, ia mengingatkan tanggung jawab merawat saluran irigasi menjadi tanggungan bersama. “Saya kira, perawatan infrastruktur irigasi ini menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan hanya dibebankan kepada petugas. Kami ini memiliki keterbatasan personel,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…