Suasana di Panggung Mak Byar Ndalem Pugeran Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (9/8/2017) (IST/dok. FKY 2017) Suasana di Panggung Mak Byar Ndalem Pugeran Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (9/8/2017) (IST/dok. FKY 2017)
Sabtu, 12 Agustus 2017 15:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

FKY 2017
Panggung Mak Byar Pukau Penonton

FKY 2017 di Jogja digelar di Ndalem Pugeran

Solopos.com, JOGJA — Sejumlah pertunjukan musik dan tari yang digelar di Ndalem Pugeran Brontokusuman, Mergangsan, Rabu (9/8/2017) malam, memukau para penonton. Pertunjukan dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-29 ini mampu mengundang ratusan penonton untuk menyaksikan dari dekat.

Panggung Mak Byar di Brontokusuman yang berlangsung sekitar 3,5 jam itu menghadirkan beberapa seniman, di antaranya adalah dua pemain biola dan bass asal Prancis, Samifati, Tari Jepindo BALI Topeng Walangkekek, yang merupakan hasil kolaborasi antara tradisi tari Jepang dan Indonesia.

Dalam pertunjukan tari yang geraknya dirancang oleh Didik Nini Thowok itu memadukan unsur-unsur gerak komedi yang sudah lama dikenal sebagai ciri khas Didik. Mengambil sumber dari tarian tradisi, yang ditonjolkan adalah permainan topeng dari dua karakter berbeda.

“Panggung Mak Byarr memang sebuah panggung pertunjukan musik dan tari yang dikemas apik, dengan tata panggung, sound, dan lighting yang terkonsep,” kata koordinator Panggung Mak Byar, Adi Adriandi.

Selain penampilan Didik Nini Thowok, panggung Mak Byar yang berlangsung hingga pukul 23.30 WIB itu juga menampilkan Gaung Jagat Ensemble, dan Jogja Video Mapping Project (JVMP). Sejak awal hingga akhir pengunjung betah menyaksikan meski harus berdiri karena area tempat duduk yang terbatas. Tidak sedikit pengunjung yang mengaadikan setiap pertunjukan melalui telepon pintar untuk diunggah ke media sosial.

Adi mengatakan antusias masyarakat terhadap FKY ke-29 cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung. Sejak dibuka 27 Juli lalu hingga 7 Agustus kemarin tercatat kurang lebih ada 68.931 orang pengunjung. Jumlah pengunjung tersebut sebagian besar terpusat di Planet Pyramid Bantul.

Agenda kegiatan FKY yang sudah terselenggara di antaranya pasar seni, pameran perupa muda (Paperu), Panggung Senyap, lomba dan workshop, panggung pasar seni, bioskop FKY, JVMP, lokakarya, jalan-jalan seni, dan sastra.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…