Itu dia pintu masuk utama Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah. Foto diambil Jumat (15/8/2014). (Habib Mukhtar Sanjaya/JIBI/Solopos.com) Pasar Gede Solo. (JIBI/Solopos.com)
Sabtu, 12 Agustus 2017 01:30 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Disidak Satgas Pangan Polresta Solo, Gudang Penyimpanan Garam Pasar Gede Kosong

Satgas Pangan Polresta Solo menginspeksi mendadak gudang penyimpanan garam di Pasar Gede.

Solopos.com, SOLO — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Solo menginspeksi mendadak (sidak) gudang penyimpanan garam di Pasar Gede, Sudiroprajan, Jebres, Solo, Kamis (10/8/2017).

Sidak itu untuk menindaklajuti laporan warga terkait mahalnya harga garam di pasar. Kasatgas Tindak Satgas Pangan Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, mengatakan tim Satgas Pangan langsung bergerak setelah menerima banyak laporan dari warga terkait mahalnya harga garam di pasar.

Tim langsung menggelar sidak di pasar dengan sasaran gudang penyimpanan garam di Pasar Gede. “Kami mengecek semua gudang penyimpanan garam di Pasar Gede, hasilnya kosong. Stok garam di dalam gudang sudah habis,” ujar Agus kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (11/8/2017).

Menurut Agus, distributor garam di Solo menjelaskan pasokan garam selama tiga pekan kondisi kosong. Hal tersebut terjadi karena daerah pemasok garam seperti Madura, Jatim, dan Pati, Jateng menghentikan pengiriman garam ke Solo akibat gagal panen.

Kelangkaan garam dari hasil penelusuran tidak hanya terjadi di Solo tetapi di Soloraya. “Madura dan Pati yang menjadi daerah pemasok garam di Solo mengalami penurunan hasil panen garam akibat hujan. Kami pastikan kelangkaan garam di Solo bukan karena penimbunan,” kata dia.

Tim Satgas Pangan lanjut dia, langsung melakukan pengecekan harga garam di pasar hasilnya harga garam naik 80%. Kenaikan harga garam tersebut sudah terjadi selama sebulan. Ia memprediksi harga garam tersebut akan terus naik karena daerah penghasil garam belum panen.

“Kami melihat mahalnya harga garam di pasar merupakan garam untuk keperluan peternakan, pembuatan es puter, dan ikan asin. Garam untuk konsumsi harganya tidak terlalu mahal,” kata dia.

Ia mengatakan tim Satgas Pangan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo terkait mahalnya harga garam di pasar. Pemkot mendapatkan laporan dari pusat Kota Solo akan mendapatkan garam impor untuk mengatasi kelangkaan garam di pasar.

“Kami mendapatkan informasi dari pusat berencana mengimpor 200 ton garam. Kota Solo mendapatkan jatah garam berapa kami belum mengetahuinya,” kata dia.

Ketua Satgas Pangan Polresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan sampai sekarang belum mendapatkan laporan terkait temuan garam dicampur dengan kaca di Solo. Kasus tersebut terjadi di Lamongan, Jatim, tidak di Solo.

 

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…