Dua warga Demak bersemedi di Bukit Ngenyo, Desa Sendang, Karanggede, Boyolali, Rabu (9/8/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Dua warga Demak bersemedi di Bukit Ngenyo, Desa Sendang, Karanggede, Boyolali, Rabu (9/8/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Sabtu, 12 Agustus 2017 09:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Diburu Pencari Harta Karun, Bukit Ngenyo di Boyolali Utara Mulai Diperhatikan

Bukit Ngenyo di Karanggede, Boyolali, didatangi banyak pencari harta karun.

Solopos.com, BOYOLALI — Salah satu bukit di kawasan Desa Sendang, Karanggede, Boyolali, kini mulai diperhatikan keberadaannya oleh pemerintah desa setempat.

Hal itu karena tak sedikit para peziarah spiritual dan pemburu harta karun yang mengunjungi bukit bernama Bukit Ngenyo di wilayah Boyolali bagian utara itu.

Menurut Kepala Desa Sendang, Sukimin, dalam setahun terakhir banyak warga dari luar Boyolali yang berdatangan ke Bukit Ngenyo. Mereka bahkan ada yang berasal dari Bandung, Jakarta, dan kota-kota besar di Indonesia.

Kedatangan mereka ke Bukit Ngenyo sekadar untuk menziarahi petilasan yang diyakini sebagai tokoh berpengaruh di zamannya. “Baru saja Anda lihat sendiri kan, dua warga Demak meminta diantar ke Bukit Ngenyo. Setelah sampai di lokasi, mereka menuju petilasan Eyang Ngenyo dan bersemedi di sana,” ujar Sukimin selepas mengantar dua warag Demak ke Bukit Ngenyo, Rabu (9/8/2017).

Sukimin menceritakan orang-orang luar kota yang mendatangi Bukit Ngenyo sebagian besar ingin berziarah ke petilasan Eyang Ngenyo. Namun, sebagian pendatang ada yang ingin mencari harta karun di sana.

Mereka meyakini di Bukit Ngenyo tersimpan sejumlah harta karun terpendam. “Menurut kesaksian para sesepuh kami dulu, bukit ini dulu menjadi tempat makam anak-anak tuan Belanda kaya-kaya. Nah, mungkin dari situlah tersebar cerita ada harta peninggalan orang-orang Belanda di kuburannya,” terangnya.

Meski demikian, Sukimin melarang keras setiap upaya warga dari luar yang ingin melakukan ekskavasi bukit Ngenyo dengan dalih mencari harta karun. “Pernah saya bentak mereka ini karena ngeyel masuk ke Bukit Ngenyo ingin mencari harta karun. Dikira ini tanah moyangnya. Tanah ini sudah jadi HM [hak milik] sejumlah warga kami,” paparnya.

Pantauan Solopos.com, Bukit Ngenyo ditumbuhi pepohonan lebat. Di salah satu lokasi terdapat sebuah pohon tua yang dikelingi batu tertata rapi dan bersih. Di sanalah, para tamu melakukan semedi, siang dan malam. Mereka meyakini lokasi tersebut sebagai petilasan Eyang Ngenyo.

Salah satu peziarah asal Demak mengaku sengaja datang ke Bukit Ngenyo karena menerima wangsit atau ilham dalam mimpinya. Dia lantas menuju ke lokasi dan meminta diantar Kades Sendang.

“Saya cuma bersemedi dan mencoba menjalin komunikasi batin dengan Eyang Ngenyo. Beliau meminta agar Bukit Ngenyo ini dirawat kembali,” ujarnya tanpa mau disebutkan namanya.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…