Loji Gandrung Solo (JIBI/Solopos/Dok.) Loji Gandrung Solo (JIBI/Solopos/Dok)
Sabtu, 12 Agustus 2017 07:10 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

CAGAR BUDAYA SOLO
Atap Rapuh dan Keropos, Loji Gandrung Direvitalisasi

Kondisi rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, memprihatinkan.

Solopos.com, SOLO — Kondisi atap sirap bangunan rumah dinas (rumdin) wali kota Solo, Loji Gandrung, memprihatinkan. Selain rapuh, atap sirap bangunan tersebut juga keropos lantaran dimakan rayap.

Anggaran Rp2,3 miliar telah disiapkan Pemkot untuk merevitalisasi bangunan cagar budaya tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan revitalisasi bangunan Loji Gandrung sudah mulai dikerjakan beberapa pekan lalu.

Revitalisasi tahun ini difokuskan ke perbaikan atap sirap bangunan. “Bagian sirap Loji Gandrung sudah rapuh dimakan rayap. Kalau hujan juga bocor,” katanya ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Jumat (11/8/2017).

Budi mengatakan perbaikan di Loji Gandrung pengerjaannya fokus pada bagian atap dengan mengganti total sirap tersebut. Selain itu juga plafon maupun kayu-kayu karena kondisinya juga rusak.

Pemkot menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dalam memperbaiki bangunan di Loji Gandrung. Hal ini lantaran Loji Gandrung masuk bangunan cagar budaya (BCB).

“Kami menggandeng BPCB dari saat penyusunan detail engineering design [DED] sampai pengerjaan,” katanya.

Selain rumdin wali kota Loji Gandrung, Pemkot juga memperbaiki bangunan di rumdin Wakil Wali Kota (Wawali). Perbaikan rumdin wawali difokuskan pada bagian yang rusak, seperti kayu, dinding, dan atap bangunan.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Solo, Heru Sunardi, mengatakan proyek revitalisasi Loji Gandrung dan perbaikan bangunan rumdin wawali di target rampung 4 Desember nanti. Revitalisasi Loji Gandrung merupakan tahap pengerjaan pertama Pemkot yang terfokus pada atap serta perbaikan kayu-kayu. “Banyak yang sudah keropos dimakan rayap,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo sebelumnya berencana menjadikan rumdin Loji Gandrung sebagai ruang publik. Wacana Loji Gandrung dibuka untuk umum dinilai mampu mendekatkan pejabat daerah dengan masyarakat.

Sebagai langkah awal, pagar depan bangunan Loji Gadrung sudah dibongkar. “Tidak ada jarak pemisah antara warga dengan pejabat daerah. Jadi nanti warga bisa mengunjungi Loji Gandrung kapan saja,” ujarnya.

Rudy ingin agar masyarakat mengetahui bangunan Loji Gandrung yang merupakan salah satu BCB di Kota Bengawan. Sedangkan dari sisi keamanan jika Loji Gandrung dibuka untuk umum, Rudy mengaku tak khawatir.

“Tidur di mana saja tidak masalah. Keamanan juga ada yang menjaga. Jadi tidak khawatir,” kata Rudy.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…