Kepala Bidang Pertanian dan Pangan, Imam Nur Wahid menunjukan bibit pisang hasil kultur jaringan di Kebun Plasma Nufah Pisang Giwangan. Metode pengembang biakan pisang melalui kultur jaringan satu bibit pohon bisa dikembangkan sampai 100 bibit. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Kepala Bidang Pertanian dan Pangan, Imam Nur Wahid menunjukan bibit pisang hasil kultur jaringan di Kebun Plasma Nufah Pisang Giwangan. Metode pengembang biakan pisang melalui kultur jaringan satu bibit pohon bisa dikembangkan sampai 100 bibit. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 11 Agustus 2017 11:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

WISATA JOGJA
Kebun Plasma Nutfah Pisang Menuju Agrowisata

Wisata Jogja, Kebun Plasma Nutfah akan dikembangkan

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus menata kawasan Jogja bagian Selatan. Selain membangun objek wisata science park, Pemerintah Kota Jogja berencana membangun agrowisata di wilayah Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo sebagai daya tarik wisatawan.

Rencana pembangunan objek wisata yang memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan itu bagian dari pengembangan Kebun Plasma Nutfah Pisang yang selama ini sudah tenar dengan koleksi pisangnya. Setidaknya ada sekitar 3.500 rumpun pisang yang terdiri dari 350 varian pisang di Kebun Plasma Nutfah Pisang yang dikelola Dinas Pertanian dan Pangan.

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Imam Nur Wahid mengatakan sejak beberapa tahun terakhir di Kebun Plasma Nutfah Pisang tidak hanya sebatas budidaya pisang, tetapi banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi yang berbatasan dengan Bantul itu untuk belajar dan berwisata.

“Tahun 2016 kemarin tercatat ada 11.000 wisatawan yang berkunjung ke Kebun Plasma Nutfah Pisang,” kata Imam, Kamis (10/8/2017).

Namun, sebagian besar pengunjung adalah pelajar, mahasiswa, dan instansi pemerintah dari berbagai daerah.

Saking banyaknya kunjungan wisatawan, Dinas Pertanian dan Pangan pun menambah beberapa saran penunjang wisatawan, ruang pengambangan potensi edukasi wisata dan produksi, ruang terbuka hijau, ruang pertemuanm dan kawasan kultur jaringan atau laboratorium pengembang biakan pisang.

“Namun karena keterbatasan lahan produksi tidak menjadi tujuan utama, yang kami tekankan tetap pada edukasi agronya,” kata Imam.

Kebun Plasma Nutfah Pisang Kota Jogja dibangun pada 1988 bersamaan dengan pembangunan Kebun Buah Mekarsari di Bogor Jawa Barat. Kebun Plasma Nutfah Pisang yang berdiri diatas lahan seluas sekitar dua hektare itu bertujuan mengumpulkan, memelihara, dan menyebarluaskan koleksi berbagai jenis pisang.  Pada 2004 lalu Kebun Plasma Nutfah Pisang Kota Jogja dikukuhkan sebagai kebun pisang terlengkap se-Indonesia bahkan se-Asia Tenggara oleh Kementerian Pertanian. Sampai saat ini kebun tersebut masih menjadi pusat pisang nasional.

Koleksi pisang yang ada tidak hanya dari dalam negeri, namun dari berbagai negara. Namun yang menjadi andalan adalah Pisang Raja Bagus. Menurut Imam, Pisang Raja Bagus tersebut merupakan khas Jogja yang bibitnya bermula dari dalam Kraton dan kini sudah tersebar di masyarakat.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…