Ilustrasi benih ikan (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 11 Agustus 2017 21:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Warga Bantul Ini Kaget, Tiba-Tiba ada Orang Datang Mengantarkan Ikan

Bantuan benih ikan yang digelontorkan pemerintah ke warga Imogiri Bantul ditemukan tidak tepat sasaran

 

Solopos.com, BANTUL- Bantuan benih ikan yang digelontorkan pemerintah ke warga Imogiri Bantul ditemukan tidak tepat sasaran. Selain tak pernah diajukan masyarakat, warga yang tak memiliki kolam ikan juga ikut menerima bantuan benih.

Sejumlah warga di Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri mengaku kaget, tiba-tiba ada orang yang mengantarkan bantuan benih ikan ke rumah mereka. Padahal mereka tak pernah sekalipun mengajukan bantuan benih ke pemerintah.

“Sekitar tiga minggu lalu di pertengahan Juli ada yang datang ke rumah mengantarkan benih ikan. Enggak tahu bantuan dari pemerintah DIY atau kabupaten yang jelas dari pemerintah. Kami juga tidak tanya itu bantuan dari mana detailnya. Padahal kami enggak pernah mengajukan bantuan,” ungkap Zainudin warga Dusun Lanteng, Kamis (10/8/2017).

Benih ikan nila sejumlah sekitar 500 ekor tersebut lalu dilepas ke kolam ikan di rumahnya. Namun hanya dalam hitungan hari benih itu mati. Menurut Zainudin, pemerintah salah sasaran memberi bantuan ikan nila ke warga Imogiri. “Karena di Imogiri ini sulit air, enggak cocok diberi ikan nilai. Ikan nila sulit hidup di sini, kecuali lele,” ujar dia.

Menurutnya, proyek benih ikan tersebut sama sekali tak pernah disosialisasikan ke warga selaku penerima bantuan. Ia menilai pemerintah tidak transparan ikhwal bantuan benih yang menyangkut anggaran publik.

Mulyono warga lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Proyek pengadaan ikan yang tak diharapkan warga justru datang tiba-tiba. Lelaki yang kerap disapa Kento itu menerima sejumlah 400 benih ikan. Bila dinominalkan, nilainya mencapai Rp100.000 lebih.

Menurut Kento tak hanya warga Dusun Lanteng yang mendapat bantuan tak transparan itu. “Ada juga warga Dusun Kajor dan Siluk, kalau desa lain saya tidak tahu,” papar Kento. Selain tidak pernah mengajukan bantuan, dirinya kata Kento kini sudah tidak memiliki kolam ikan yang masih aktif, namun bantuan tetap digelontorkan kepadanya. “Dulu saya pernah punya kolam sekarang udah enggak aktif. Akhirnya ikan itu saya titip ke kolam tetangga tapi juga mati,” ujar dia.

Dirinya tidak mengetahui detail pemerintah mana yang menggelontorkan bantuan tersebut. Namun setahu dia, salah seorang anggota Dewan DIY turut mengarahkan pemberian bantuan itu ke warga Imogiri.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi mengatakan, akan mengecek apakah bantuan tersebut berasal dari lembaganya atau tidak. Sebab kata dia, banyak sumber bantuan yaang digelontorkan ke masyarakat baik dari pemerintah Pusat, DIY maupun Kabupaten Bantul.

Pemkab sendiri diakuinya memang telah menggelontorkan bantuan ikan sebanyak empat juta benih untuk seluruh wilayah Bantul. “Bantuan ikan itu memang kami berikan bukan berdasarkan pengajuan. Tapi syarat penerima bantuan adalah mereka harus punya kolam, kalau tidak memenuhi syarat bantuan ditarik. Tapi kami akan cek dulu itu bantuan dari mana,” papar Pulung Haryadi.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…