Playmaker asal Uruguay, Ronald Fagundez, saat masih berkostum Persisam Samarinda. (DokJIBI/Solopos/Antara)
Jumat, 11 Agustus 2017 00:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Boyolali Share :

TURNAMEN ANTARKECAMATAN
Ronald Fagundez Perkuat Ampel Boyolali

Turnamen sepak bola antarkecamatan digelar di Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Bagi pencinta sepak bola Tanah Air tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Ronald Fagundez. Playmaker yang kini berusia 38 tahun asal Uruguay itu dikenal punya skill di atas rata-rata.

Pada 2006, Fagundez bersama Danilo Fernando dan Christian “El Loco” Gonzales berhasil membawa Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia dan berhak tampil di AFC Cup. Selain Persik Kediri, sejumlah klub yang pernah dibela pemain bertinggi badan 182 centimeter ini antara lain PSM Makasar 2004-2006, Persisam Putra Samarinda 2009-2012 dan PSIS Semarang 2013.

Terakhir beredar kabar Ronald Fagundez membela Borneo FC. Namun, dia hanya terlibat dalam kegiatan launcing klub. Lama tak terdengar kiprahnya, siapa sangka Ronald Fagundez tiba-tiba muncul sebagai pemain kesebelasan Ampel yang bermain di babak delapan besar Turnamen Sepak Bola Antarkecamatan Boyolali di Stadion Pandan Arang, Kamis (10/8/2017).

Kehadiran Ronald Fagundez menjadi pusat perhatian penonton yang hadir di Stadion Pandan Arang. Menghadapi kesebelasan Selo, Fagundez diturunkan sebagai starter. Bahkan, Fagundez mampu bermain selama 90 menit. Selain Fagundez, Ampel juga dibela Fauzan Fajri, eks kapten PSIS Semarang.

“Pada pertandingan itu, Ampel yang dibela Fagundez menang 1-0 atas Selo. Gol semata wayang dicetak Ediyanto pada menit ke-14,” terang perwakilan panitia, Usman Margiyan, saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam WIB.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…