Salah satu siswa peraih sarjana pendidikan Bahasa Mandarin (kanan) menyerahkan ijazah pada Penasehat Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Murwadi (dua kiri) di Gedung Bhakti Loka, Jogja, Minggu (6/8/2017). (IST/dok. BKPBT) Salah satu siswa peraih sarjana pendidikan Bahasa Mandarin (kanan) menyerahkan ijazah pada Penasehat Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Murwadi (dua kiri) di Gedung Bhakti Loka, Jogja, Minggu (6/8/2017). (IST/dok. BKPBT)
Jumat, 11 Agustus 2017 07:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TIONGHOA JOGJA
Penerima Beasiswa Dikontrak Lima Tahun jadi Laoshi

Tionghoa Jogja, jumlah pengajar bahasa mandarin ditingkatkan.

Solopos.com, JOGJA — Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY dan lembaga ketionghoaan lain menyelenggarakan pendandatanganan kontrak beasiswa di gedung Bhakti Loka, Minggu (6/8/2017). Kontrak tersebut bertujuan memperbanyak jumlah laoshi di Jogja.

Untuk tahun 2017 ini, ada tiga siswi yang mendapatkan beasiswa, yaitu dari lulusan SMAN 1 Jogja, SMA Budya Wacana, dan lulusan SMA Santa Maria. Mereka mendapatkan beasiswa kuliah setahun di Beijing Chinese Language & Culture College dan tiga tahun selanjutnya di Jinan University Guangzhou jurusan Ilmu keguruan bahasa Mandarin.

“Mereka akan meraih gelar Sarjana Pendidikan. Beasiswa meliputi bebas uang kuliah, dapat asrama selama empat tahun dan dapat tunjuangan 5000 yuan per tahun atau setara Rp10 juta rupiah per tahun,” kata Sekretaris BKPBT DIY Nicodemus Laoshi, Rabu (9/8/2017).

Dalam penandatanganan itu, sebanyak tiga siswa yang didampingi orang tuanya berjanji akan menyelesaikan masa kuliah dengan baik dan akan kembali ke Indonesia untuk mengabdi menjadi guru Bahasan Mandarin atau laoshi selama lima tahun.

“Jika kontrak terlalu lama, calon [penerima beasiswa] pada takut. Ada yang memang niat menjadi laoshi tidak apa-apa, ada yang rencana kerja di PMA [Perusahaan Modal Asing] jika sudah lunas kontrak,” katanya.

Namun, lanjutnya, realitanya saat ini banyak yang sudah lepas kontrak tetapi masih bersedia menjadi pengajar Bahasa Mandarin. Dari situ ia melihat bahwa minat untuk menjadi laoshi sudah semakin tumbuh.

“Beasiswa ini memang dalam rangka menarik minat masyarakat untuk menjadi laoshi mengingat minimnya jumlah laoshi di DIY,” ujarnya.

Sementara itu, Jimmy Sutanto selaku Ketua Umum BKPBT DIY berpesan agar para siswi secara maksimal memanfaatkan kesempatan yang diberikan, supaya kelak pulang dapat menjadi duta bagi negara dan budaya.

“Menjadi seorang pendidik bagi anak bangsa, memberi sumbangsih pada nusa dan bangsa,” tuturnya.

Seusai acara pendantanganan tersebut, secara simbolis BKPBT menyambut empat siswa penerima ijasah yang telah kembali ke Tanah Air. Mereka telah menyelesaikan masa studi dan telah berhasil meraih gelar sarjana. Tiga di antaranya telah mengajar di SMP Mutiara Persada, SMP Kristen Klaten, SMA Pangudi Luhur, SMK Bopkri 1 dan 2, sedangkan satu lainnya akan melanjutkan studi S2 di Yunnan Normal University Tiongkok atas beasiswa yang diraih melalui BKPBT DIY.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…