SMK Negeri 1 Sewon, Bantul memberikan bantuan berupa air bersih sebanyak 10 tanki ke warga Desa Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, Sabtu (5/8/2017). (IST/dok. SMKN 1 Sewon) SMK Negeri 1 Sewon, Bantul memberikan bantuan berupa air bersih sebanyak 10 tanki ke warga Desa Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, Sabtu (5/8/2017). (IST/dok. SMKN 1 Sewon)
Jumat, 11 Agustus 2017 01:22 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

SEKOLAH BANTUL
SMK Negeri 1 Sewon Bantul Bantu Air Bersih ke Warga Gunungkidul

Sekolah Bantul, SMKN 1 Sewon menggelar aksi sosial.

Solopos.com, BANTUL — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sewon, Bantul memberikan bantuan air bersih bagi warga di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Ada 10 tangki air yang diberikan untuk warga Desa Girimulyo pada Sabtu (5/8/2017).

Kepala Sekolah SMK N 1 Sewon, Sudaryati mengatakan bantuan air ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar SMK N 1 Sewon kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sebab pada musim kemarau ini banyak warga Gunungkidul yang kesulitan air bersih.

Desa Girimulyo dipilih lantaran Karang Taruna Lingga Manik Padukuhan Tungu, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul mengirimkan proposal ke sekolah.

“Proposal ini kemudian dipelajari pihak sekolah dan akhirnya mereka membantu air bersih ke warga desa. Kegiatan sosial semacam ini memang rutin kami berikan di tempat yang berbeda-beda. Untuk tahun ini, kami memberikan ke Desa Girimulyo,” katanya seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima Rabu (9/8/2017).

Pemberian bantuan ini merupakan upaya SMK N 1 Sewon memperingati hari Lingkungan Hidup sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Bantuan diserahkan perwakilan sekolah dan diterima warga. Air tersebut diambil dari daerah Imogiri Bantul dan kemudian langsung dikirim ke Dersa Girimulyo.

Akibat musim kemarau ini, warga kesulitan mendapatkan air bersih dan terpaksa membeli. Namun harga yang mahal terkadang membuat warga menjual ternak demi membeli air bersih.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…