Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (berdiri depan kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, saat mengembalikan berkas formulir pendaftaran cagub dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Jumat (11/8/2017). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com) Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (berdiri depan kedua dari kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, saat mengembalikan berkas formulir pendaftaran cagub dari PDIP di Kantor DPD PDIP Jateng, Semarang, Jumat (11/8/2017). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)
Jumat, 11 Agustus 2017 18:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Ganjar dan Heru Paling Akhir Kembalikan Formulir Pilgub

Pilkada atau Pilgub Jateng diwarnai pendaftaran calon petahana di PDIP, Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko.

Solopos.com, SEMARANG – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, dan Heru Sudjatmoko, menjadi pendaftar paling akhir yang mengembalikan fomulir pendaftaran cagub dan cawagub dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng. Keduanya datang secara bersamaan untuk mengembalikan formulir pendaftaran Pilgub atau Pilkada Jateng 2017 di Kantor DPD PDIP Jateng, Jl. Brigjen Katamso No. 42, Semarang, Jumat (11/8/2017).

Kedua calon petahana ini mengembalikan formulir beberapa saat sebelum pendaftaran Pilgub dari PDIP Jateng resmi ditutup. Ganjar datang sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengenakan kemeja batik warna merah didampingi istrinya, Siti Atiqoh, setelan baju warna hitam-hitam.

Formulir Ganjar diterima langsung oleh Heru, yang bertindak sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jateng dan Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto atau yang akrab disapa Krebo.

Seusai mengembalikan formulir pendaftaran cagub, kepada awak media Ganjar mengaku melakukan pendaftaran sebagai bagian dari dinamika partai yang harus dihormati.

“Bu Mega [Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDIP] menginstruksikan semua sama. Enggak boleh ada yang istimewa. Jadi harus dihormati. Semua yang ingin maju sebagai calon gubernur harus menjalani proses yang sama dari bawah,” ujar Ganjar.

Ganjar mengaku tidak ada persiapan khusus agar dirinya kembali direkomendasikan oleh DPP PDIP atau Megawati Soekarnoputri. Berkaca dari pengalamannya saat mencalonkan diri sebagai gubernur pada 2013 tahun lalu, setelah mendaftar seluruh pelamar akan menjalani berbagai tahapan sebelum diputuskan layak atau tidak maju sebagai cagub atau cawagub dari PDIP pada Pilgub atau Pilkada Jateng.

“Pengalaman empat tahun lalu, setelah mendaftar ini akan ada berbagai tahapan yang harus kami jalani, seperti psikotes, wawancara, serta survei dari partai. Setelah itu baru diputuskan layak atau tidak maju sebagai calon dari PDIP. Jadi cukup fair,” beber Ganjar.

Sementara itu, Heru mengembalikan formulir pendaftaran cawagub beberapa saat setelah Ganjar. Dengan ikut sertanya Ganjar dan Heru, persaingan untuk mendapatkan rekomendasi dari Megawati pada Pilgub atau Pilkada Jateng 2018 berlangsung sengit.

Hingga pendaftaran ditutup pada pukul 16.00 WIB, sudah ada 25 orang yang mengambil formulir pendaftaran, di mana enam di antaranya melamar sebagai cagub dan 19 di antaranya mengambil formulir sebagai cawagub.

Namun dari 25 pelamar yang mengambil formulir itu, enam di antaranya tidak mengembalikan formulir.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…