Pho Iwan Solomo (dua dari kanan) saat membaca dua kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman, Semarang, Jumat (11/8/2017). Iwan memutuskan menjadi mualaf sebelum mengembalikan formulir pendaftaran cawagub dari PDI Perjuangan. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com) Pho Iwan Solomo (dua dari kanan) saat membaca dua kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman, Semarang, Jumat (11/8/2017). Iwan memutuskan menjadi mualaf sebelum mengembalikan formulir pendaftaran cawagub dari PDI Perjuangan. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Jumat, 11 Agustus 2017 13:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2017
Berharap Dukungan Ulama, Iwan Jadi Mualaf

Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 diwarnai keputusan salah satu bakal calon wakil gubernur menjadi mualaf.

Solopos.com, SEMARANG Raut muka Pho Iwan Salomo terlihat tegang saat duduk bersimpuh di depan mimbar Masjid Baiturrahman, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (11/8/2017) siang. Siang itu, ia harus menggelar sebuah prosesi yang akan memberikan perubahan besar dalam hidupnya.

Iwan siang itu bertekad mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat memeluk agama Islam atau menjadi mualaf. Dipandu Pimpinan Ponpes Ahmad Dani, Kiai Muhammad Tauhid, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu pun membaca dua kalimat syahadat dengan lancar.

Menjadi mualaf dilakukan Iwan sebelum dirinya mengembalikan formulir atau berkas pendaftaran calon wakil gubernur (cawagub) di Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng di Jl. Brigjen Katamso No. 42, Semarang. Meski demikian, Iwan membantah jika perbuatannya menjadi mualaf itu dilandasi keinginan untuk mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju sebagai cawagub pada Pilgub Jateng 2018 nanti.

“Enggak, mungkin karena nge-pasi [bersamaan] saja. Kalau masuk Islam sebenarnya keinginan saya sejak lama. Tapi, benar-benar mantap baru sekarang. Kebetulan pas sekalian mau mengembalikan formulir cawagub,” ujar Iwan saat dijumpai wartawan seusai mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman, Jumat siang.

Iwan menuturkan sejak 1993, dirinya sebenarnya sudah disuruh masuk Islam oleh gurunya pencak silatnya, yang bernama Mbah Harto. Namun, ia mengaku belum bisa mentaati perintah gurunya itu karena hatinya belum mantap.

Begitu juga dua tahun lalu, saat beberapa ulama di Jateng, menyuruh masuk Islam, Iwan juga tak menuruti dengan alasan yang sama. “Baru sekarang saya bisa memenuhi keinginan mereka untuk masuk Islam, setelah mendapat hidayah. Saya mendapat hidayah 1 Juli kemarin,” beber Iwan.

Dengan telah masuk Islam, Iwan pun yakin akan memperoleh dukungan para ulama jika nanti dipercaya maju dalam Pilgub atau Pilkada Jateng. “Dari dulu para ulama ingin mendukung saya, tapi karena saya belum memeluk Islam jadi enggak bisa. Nah, sekarang sudah masuk Islam jadi bisa,” klaim Iwan.

Dukungan para ulama ini pulalah yang membuat Iwan yakin bakal memperoleh rekomendasi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam Pilkada atau Pilgub Jateng 2018. “Massa saya kan besar. Apalagi para ulama juga akan mendukung saya. Jadi saya yakin akan memperoleh rekomendasi,” tegas pria yang mengubah namanya menjadi Ahmad Iwan Sulaiman begitu ditetapkan sebagai mualaf itu. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…