Sejumlah peserta perwakilan dari berbagai media di Jogja berfoto bersama pemateri Safari Jurnalistik didampingi oleh Calon Walikota terpilih, Haryadi Suyuti dalam pembukaan Program Safari Jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kampus UAD unit B, Umbulharjo, Jogja, Selasa (25/4/2017). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah peserta perwakilan dari berbagai media di Jogja berfoto bersama pemateri Safari Jurnalistik didampingi oleh Calon Walikota terpilih, Haryadi Suyuti dalam pembukaan Program Safari Jurnalistik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kampus UAD unit B, Umbulharjo, Jogja, Selasa (25/4/2017). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 11 Agustus 2017 14:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KULIAH DI JOGJA
Pendidikan Fisika UAD Raih Predikat A Setelah 32 Tahun

Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja mendapatkan akreditasi A  

Solopos.com, JOGJA – Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja mendapatkan akreditasi A  oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah berjuang selama 32 tahun.

Predikat itu sekaligus menempat UAD sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mendapatkan akreditasi A untuk Prodi Pendidikan Fisika.

Keputusan nilai A itu sendiri tertuang dalam SK dari BAN-PT nomor 2482/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2017 tentang status akreditasi dan peringkat terakreditasi prodi pendidikan fisika pada program sarjana UAD.

Adapun proses penilaian dilakukan sejak tanggal 22 hingga 24 April 2017 dan keputusan peringkat turun pada pekan lalu.

Dekan FKIP UAD Trikinasih Handayani mengakui, predikat A tersebut baru diperoleh setelah berjuang nyaris 32 tahun atau sejak prodi berdiri pada 1985. Namun kini mencatatkan sebagai prodi pendidikan fisik pertama di PTS seluruh Indonesia yang memperoleh nilai A.

“Kalau dengan PTN, kami [Pendidikan Fisika] berada di urutan ke delapan seluruh Indonesia, khusus untuk Prodi Pendidikan Fisika,” terangnya dalam konferensi pers di Ruang Laboratorium Pendidikan Sains FKIP UAD, Jumat (11/8/2017).

Dosen Senior Prodi Pendidikan Fisika FKIP UAD Ishafit menambahkan, sejak awal berdiri prodi tersebut sempat mengalami pasang surut bahkan kekurangan jumlah mahasiswa.

Meski demikian, prodi terus dijalankan karena bagian dari semangat Muhammadiyah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul di bidang sains. Kendala yang dihadapi, sulitnya memperoleh akreditasi A karena kekurangan SDM serta sarana prasarana.

“Tetapi sekarang SDM sudah mumpuni, bahkan laboratorium berbasis teknologi sudah tersedia,” ujarnya.

Prodi fisika, lanjutnya, memang termasuk prodi minoritas, jarang mahasiswa disebabkan karena image pelajar dengan fisika yang susah dipelajari. Oleh karena itu rasio antara dosen dan mahasiswa kadang tidak seimbang, hal itu seringkali menjadi penghambat Prodi Pendidikan Fisika.

Bahkan sejumlah kampus besar sekalipun masih berfikir ulang ketika akan membuka prodi ini karena sebagian besar calon mahasiswa yang menguasai fisika justru masuk ke keilmuan lain, seperti teknik bahkan kedokteran.

Ketua Prodi Pendidikan Fisika FKIP UAD Dian Artha menyatakan, pihaknya memperoleh gelar A, setelah memiliki kualifikasi dosen dengan kualifikasi doktor tujuh orang, lektor kepala sebanyak enam orang. Dengan predikat A, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan mutu.

Terutama menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan fisika dikaitkan dengan perkembangan teknologi. “Kami memiliki teknologi pembelajaran memadai dalam mencetak guru-guru fisik,” tegasnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…