Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi jenazah (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 11 Agustus 2017 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KISAH TRAGIS
Warga Ponorogo Tewas di Batam, Keluarga Mengaku Mengikhlaskan

Kisah tragis, keluarga pria yang ditemukan tewas di Batam telah ikhlas atas kepergian Yoga.

Solopos.com, PONOROGO — Pria asal Ponorogo bernama Yoga Lanang Setiawan, 29, yang ditemukan tewas di hutan Dam Duriangkang, Batam, Rabu (9/8/2017), sebelumnya bekerja sebagai tukang las.

“Di Batam, suami saya bekerja di bengkel las dan bekerja serabutan untuk mencari tambahan penghasilan,” kata istri Yoga, Nurhidayati Pamungkasingtyas, 26, saat ditemui di rumahnya di Dukuh Jetis II, RT 002/RW 001, Desa/Kecamatan Jetis, Ponorogo, Kamis (10/8/2017).

Nur menuturkan selama bekerja di Batam suaminya tinggal di rumah temannya, Muhammad Rosyid. Selama ini, kata dia, Yoga tidak pernah mempunyai masalah dengan orang lain dan juga tidak memiliki utang.

Selama ini, kata Nur, suaminya juga secara rutin mengirim uang. Kepada Nur, Yoga mengungkapkan berencana pulang kampung pada Iduladha tahun ini.

Mertua Yoga, Katijdan Cokro Suratmo, mengaku telah mengikhlaskan kepergian menantunya itu. Sedangkan terkait pemakaman jasad Yoga juga telah diserahkan kepada paguyuban warga Ponorogo di Batam.

Keputusan untuk pemakaman Yoga di Batam karena melihat kondisi jasadnya dan persoalan biaya untuk memulangkan ke Ponorogo.

“Melihat situasi dan kondisi keluarga akhirnya kami semua sepakat jasad Yoga dimakamkan di Batam,” ujar dia. Pihak keluarga juga meminta pihak kepolisian tidak menyelidiki kematian Yoga. Keluarga telah mengikhlaskannya.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Apa Kabar Solo Kota Kreatif?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (10/8/2017). Esai ini karya Fajar S. Pramono, alumnus Universitas Sebelas Maret yang meminati tema-tema sosial dan ekonomi. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2013 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif waktu itu Mari…