Ilustrasi mahasiswa (Nationofchange.org) Ilustrasi mahasiswa (Nationofchange.org)
Jumat, 11 Agustus 2017 12:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KAMPUS JOGJA
Dari Kurang Mahasiswa hingga Dosen Jadi Masalah 15% PTS

Kampus Jogja, dua PTS terancam tutup

Solopos.com, JOGJA – Kopertis Wilayah V DIY akan mengajukan dua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk segera ditutup karena karena tak lagi memiliki mahasiswa. Selain itu, saat ini dari total 106 PTS ada sekitar 15% yang terseok-seok dalam mencari mahasiswa.

Baca Juga : KAMPUS JOGJA : Duh, 15% PTS Terseok-seok

Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi mengatakan selain dua PTS yang segera ditutup, masih ada tujuh kampus yang saat ini masuk dalam radar Kopertis untuk terus dievaluasi. Ketujuh itu sebelumnya pernah dipanggil pada 2016 silam, tetapi masih memiliki semangat untuk hidup dan beberapa di antaranya mulai tumbuh. Mereka juga masih sanggup melaporkan pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) ke Kopertis.

Persoalan yang membelit ketujuhnya bukan hanya kekurangan mahasiswa, tetapi juga jumlah dosen belum sepenuhnya ideal dengan angka minimal enam dosen setiap prodi. Hasil pemantauan terakhir, terhadap tujuh kampus tersebut, salahsatu di antaranya akan menutup satu jurusan karena tidak memiliki mahasiswa sehingga hanya akan beroperasi dengan dua jurusan sisanya.

“Tujuh kampus itu pernah kami panggil juga bersama dengan tiga yang akan ditutup itu, kami panggil sekitar awal 2016. Ini masalahnya di dosen, untuk mengukur perkembangan itu kami lihat dari jumlah dosen tetap yang ada. Kalau dosen kurang harus berusaha mencari,” ujar dia, Kamis (10/8/2017)

Hingga 2017, lanjut dia, jumlah PTS di Jogja tercatat 106 dengan 587 prodi, dikurangi tiga kampus yang akan ditutup tersebut di atas sehingga tersisa 103 PTS. Dari jumlah PTS yang ada tersebut, saat ini terpantau sekitar 15% yang terseok-seok kesulitan mencari mahasiswa. Meski jumlah PTS berkurang, namun jumlah prodi akan terus bertambah, karena masih ada beberap PTS yang sudah mapan membuka prodi baru. Bambang sebenarnya tak terlalu setuju dengan pembukaan prodi baru untuk jenjang S1 oleh PTS yang sudah kuat secara manajemen, ia justru menyarankan ke mereka untuk membuka prodi baru di jenjang S2 dan S3 karena kebutuhannya terus bertambah.

Terkait tren jumlah mahasiswa baru PTS di 2017 Kopertis belum bisa menyampaikan karena belum mendapatkan data laporan dari setiap PTS. Namun, ada beberapa yang sudah menyampaikan telah menutup pendaftaran karena sudah memenuhi kuota di semua prodi.

Terpisah Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) DIY Kasiyarno menyatakan, setiap ada pertemuan dengan pimpinan PTS, selalu diingatkan para pengelola PTS di Jogja tetap punya komitmen meningkatkan kualitas dari sisi dosen, kecukupan jumlah dan kualitasnya. Serta didorong memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa dan terus meningkatkan sistem penjaminan mutu. Apalagi Jogja menjadi sasaran pendidikan dari luar daerah. Banyak anak dari luar daerah dari seluruh Indonesia yang berdatangan ke Jogja.

“Kalau memang sudah setiap semester laporan tidak ada ya baru ditegur. Kami hanya bisa mendorong dan selalu memberikan pelatihan penjaminan mutu,” ungkapnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…