Peserta melintasi rintangan di perlombaan Ninja Warrior untuk memperingati HUT ke-72 RI di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jumat (11/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Peserta melintasi rintangan di perlombaan Ninja Warrior untuk memperingati HUT ke-72 RI di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jumat (11/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 11 Agustus 2017 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

HUT KE-72 RI
Ninja Warrior Ala Desa Jabung Meriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan

HUT ke-72 RI, lomba Ninja Warrior ramaikan Hari Kemerdekaan di Desa Jabung.

Solopos.com, PONOROGO — Berbagai kegiatan perlombaan digelar masyarakat untuk menyambut HUT ke-72 Republik Indonesia, salah satunya di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo. Masyarakat Jabung menggelar lomba Ninja Warrior di Sungai Gendol desa setempat, Jumat (11/8/2017) siang.

Ratusan orang menonton perlombaan yang digelar di sungai tersebut. Suara riuh pun terdengar di lokasi perlombaan. Seratusan orang menjadi peserta lomba yang digelar untuk memperingati HUT ke-72 RI itu.

Setiap peserta harus melewati lima rintangan yang disiapkan panitia. Tak banyak peserta yang bisa lolos hingga rintangan akhir. Gelak tawa dan keceriaan terlihat di seluruh warga yang ada di lokasi itu.

Lima rintangan yang harus dilewati setiap peserta yaitu pertama harus berhasil melewati gelantungan tali. Setelah lolos rintangan pertama, peserta harus melewati bambu sepanjang 10 meter dengan cara menggantung. Rintangan ketiga, peserta berjalan kaki di bambu.

Rintangan keempat, peserta melintas di jalur bambu dengan menggunakan tongkat, dan terakhir peserta harus melewati lintasan papan dengan lebar 30 cm dengan mengendarai sepeda kayuh.

Peserta yang tidak bisa melewati rintangan tersebut akan tercebur di sungai. Hanya ada beberapa orang yang sanggup menaklukkan tantangan tersebut.

Kepala Desa Jabung, Budi Ratno, mengatakan ada seratusan warga yang mengikuti lomba Ninja Warior ala Desa Jabung ini. Seluruh peserta akan mendapatkan hadih dengan nominal berbeda-beda.

Untuk peserta yang gagal di rintangan pertama akan mendapatkan uang tunai Rp10.000 untuk membeli sabun mandi. Sedangkan peserta yang telah melewati rintangan kedua hingga rintangan keempat akan mendapatkan uang tunai Rp50.000 dan peserta yang berhasil sampai rintangan terakhir akan mendapatkan uang tunai Rp100.000.

“Paling sulit rintangan kelima yaitu bersepeda di lintasan yang sempit. Hingga kini baru ada lima orang yang berhasil menaklukkan hingga rintangan kelima,” jelas dia di lokasi, Jumat.

Budi menyampaikan selain lomba Ninja Warrior, ada lomba tarik tambang dayung, panjat pinang, lomba memancing, karnaval, dan lainnya. Pemerintah desa menyediakan anggaran sekitar Rp35 juta untuk membiayai kegiatan tersebut.

“Untuk Ninja Warrior disediakan anggaran Rp4 juta untuk hadiah peserta,” kata dia.

Menurut Budi, kegiatan ini untuk memperingati dan memeriahkan HUT ke-72 RI. Selain itu kegiatan ini juga untuk menghibur masyarakat Desa Jabung.

“Ini kan banyak orang yang kumpul dan ikut bergembira dengan mengikuti kegiatan lomba ini. Sekalian membangkitkan jiwa nasionalisme masyarakat juga,” terang Budi.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…