danny-rose
Jumat, 11 Agustus 2017 13:57 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

Dapat Gaji Rendah, Danny Rose Protes Tottenham

Liga Inggris diwarnai dengan Dani Rose yang memprotes Tottenham Hotspur.

Solopos.com, LONDON — Tottenham Hotspur bukan hanya tim yang berada di papan bawah untuk urusan belanja pemain di bursa transfer musim panas ini. Tim berjuluk The Liliywhites juga berada di daftar rendah dalam membayar gaji pemain dibanding pesaing mereka di Liga Premier.

Rendahnya gaji pemain Tottenham dibandingkan tim rival tersebut memantik protes bek kiri mereka, Danny Rose. Dalam wawancara dengan The Sun, pemain yang baru pulih dari cedera lutut selama enam bulan tersebut tidak habis pikir “hanya” dibayar 65.000 poundsterling (Rp1,12 miliar) per pekan.

Memang, dibandingkan gaji bek kiri dari tim lain, upah yang diberikan Tottenham kepada Rose tergolong rendah. Gaji Rose hanya separuh dari upah yang dikantongi bek kiri Manchester United, Luke Shaw, senilai 130.000 poundsterling (Rp2,2 miliar) per pekan. Bahkan, bek kiri Benjamin Mendy yang baru bergabung dengan Manchester City musim panas ini digelontor gaji 100.000 poundsterling (Rp1,7 miliar) per pekan.

“Dalam perjalanan hidup, jika Anda pikir punya nilai besar, kenapa harus bertahan dengan pendapatan rendah? Saya bukan orang semacam itu. Saya akan memastikan saya memperoleh sesuai dengan sepantasnya. Saya tahu seberapa besar nilai saya. Seperti pemain lain di tim saya, menurutku, saya bernilai lebih dibanding apa yang saya terima,” jelas Rose, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Kamis (10/8/2017).

Gaji pemain-pemain The Liliywhites memang sangat jomplang dibandingkan pemain dari tim lain. Pemain bergaji tertinggi di Tottenham, Harry Kane dan Hugo Lloris, hanya mengantongi masing-masing 100.000 poundsterling (Rp1,73 miliar) per pekan.  Kane yang menjadi top scorer Liga Premier dalam dua musim beruntun kalah jauh dibandingkan  gaji bomber Sergio Aguero dari Manchester City yang mencapai 240.000 poundsterling (Rp4,1 miliar) per pekan.

Rose pun mempertanyakan ambisi Tottenham dalam memotivasi pemain untuk bersaing di Liga Premier. Musim lalu, dengan gaji rendah, pemain-pemain Tottenham bisa membawa tim ini melesat sebagai runner-up Liga Premier. Apakah jika Tottenham menaikan gaji pemain, Danny Rose dkk. bisa membuat tim London Utara ini sebagai juara Liga Premier?.

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…