Dahan pohon beringin di depan Balai Kota Solo tumbang, Jumat (11/8/2017) sore. (Istimewa/BPBD Solo) Dahan pohon beringin di depan Balai Kota Solo tumbang, Jumat (11/8/2017) sore. (Istimewa/BPBD Solo)
Jumat, 11 Agustus 2017 20:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Dahan Beringin Depan Balai Kota Solo Ambruk Timpa Motor

Dahan pohon beringin di depan Balai Kota Solo ambruk dan menimpa sepeda motor yang lewat.

Solopos.com, SOLO — Dahan pohon beringin di Jl. Jenderal Sudirman depan Balai Kota Solo ambruk menimpa satu unit sepeda motor yang melintas di jalan tersebut, Jumat (11/8/2017) petang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas di Jl. Jenderal Sudirman tersendat. Sepeda motor yang tertimpa rusak ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, dahan berdiameter 50 cm patah dan mengenai motor milik Koramil Pasar Kliwon yang tengah melintas di jalan tersebut. Jatuhnya cabang itu tertahan akar gantung pohon sehingga tidak menimbulkan dampak besar.

Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jl. Jenderal Sudirman padat merayap. Hal ini dikarenakan patahnya dahan pohon beringin tersebut menutup satu lajur jalan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo Eko Prajudhy Noor Ali mengatakan anggota BPBD langsung mengevakuasi dahan pohon beringin yang patah itu. Evakuasi melibatkan berbagai instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat kepolisian yang membantu mengatur arus lalu lintas.

“Begitu menerima laporan, petugas BPBD langsung datang dan mengevakuasi dahan yang patah,” katanya.

Proses evakuasi rampung pukul 18.30 WIB. Dia mengatakan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD mencatat kerugian material akibat kejadian itu mencapai Rp3 juta.

Dia menduga patahnya dahan pohon beringin itu karena usinya yang sudah tua dan saat kejadian angin bertiup kencang. “Cabang itu patah tak kuat menahan beratnya sendiri saat tertiup angin. Apalagi, pohon di depan balai kota itu diperkirakan sudah sangat tua,” katanya.

Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan DLH untuk memetakan pohon-pohon yang rawan tumbang. Pemetaan ini dilakukan guna mengantisipasi pohon tumbang, bahkan sampai menimbulkan korban dalam kejadian tersebut.

“Kami meminta warga meningkatkan kewaspadaan jika ada angin kencang lebih baik menjauh dari pohon yang usianya tua. Takutnya kalau jatuh dan menimpanya,” katanya.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…