Kantor Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Kantor Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Jumat, 11 Agustus 2017 10:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

ASAL USUL
Asale Desa Bulu Sukoharjo dari Nama Pohon Mirip Beringin

Asal usul Desa Bulu Sukoharjo diambil dari nama pohon.

Solopos.com, SUKOHARJO — Kata bulu identik dengan rambut. Sebutan tentang bulu sama dengan rambut oleh mayoritas masyarakat itu tak bisa dimungkiri karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti bulu adalah rambut pendek dan lembut pada tubuh manusia atau binatang.

Sebutan bulu juga bisa disambungkan dengan nama binatang seperti bulu kucing, bulu ayam atau juga bisa dengan bulu kaki dan sebagainya.

Di luar arti resminya dalam bahasa Indonesia, kata bulu menjadi asal usul penamaan Desa Bulu di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

Mantan Kepala Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Mujiyana, 53, ditemui di tempat kerjanya, Sabtu (22/7/2017), bercerita bulu merupakan sebatang pohon sejenis pohon beringin. Menurutnya, pohon bulu menjadi cikal bakal nama desa yang pernah dipimpinnya selama dua periode, yakni Desa Bulu.

Kini, Desa Bulu menjadi pusat kota Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Letaknya cukup strategis dan berada di jalur alternatif antarkabupaten dan antarprovinsi. Jarak dari Sukoharjo Kota ke Bulu sekitar 15 kilometer.

Akses menuju lokasi mudah karena bisa ditempuh dari Sukoharjo Kota maupun dari Wonogiri karena. Desa Bulu Sukoharjo berbatasan dengan Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Mujiyana bercerita, pohon bulu sudah ada sejak zaman penjajahan sekitar tahun 1800-an.

“Pohon bulu tumbuh besar dengan diameter dua meter dan lingkar batang lebih dari tiga meter. Pohon bulu berdiri di pinggir jalan ditengah lahan persawahan. Di zaman Belanda, pohon tersebut digunakan untuk bersembunyi seseorang,” katanya.

Mata-Mata Indonesia

Mujiyana menjelaskan seseorang yang bersembunyi di balik pohon bulu diduga menjadi mata-mata Indonesia yang tidak disukai penjajah Belanda.

“Pohon Bulu tumbuh rindang dan besar. Seseorang yang dicurigai Belanda sebagai mata-mata tersebut akhirnya tidak diketahui setelah bersembunyi di balik pohon bulu. Seseorang tersebut berdalih pada suatu saat nanti daerah yang tumbuh pohon bulu akan menjadi sebuah desa bernama Desa Bulu,” jelasnya tanpa menyebutkan nama seseorang yang bersembunyi di balik pohon bulu.

Lebih lanjut Mujiyana mengatakan getah pohon bulu memiliki manfaat menyembuhkan penyakit udun atau bisul. Sedangkan buahnya cukup manis.

“Saya pernah mencari biji buah pohon bulu untuk dimakan. Zaman dahulu susah mencari makan sehingga makan biji pohon bulu sudah kenyang. Buah pohon bulu seperti buah duwet. Namun seiring perkembangan zaman pohon bulu sudah punah. Pohon bulu yang masih berdiri di SMAN 1 Bulu sudah tidak berbuah,” kata dia.

Desa Bulu memiliki empat dukuh, 8 rukun warga (RW) dan 19 rukun tetangga (RT). Mujiyana pernah menjabat menjadi Kades dua periode era 1998-2006 dan 2006-2012 sebelum diganti Suratno sekarang.

Sebelum dirinya, kades yang memimpin Desa Bulu di antaranya, Kamdi, Mulyono dan Joko Pamrih. Saat menjabat sebagai Kades, Mujiyana berinisiatif mendirikan SMAN 1 Bulu yang tumbuh dan berkembang hingga sekarang.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…