Direktur PT Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyerahkan CSR bantuan sarana dan prasarana pembangunan jaringan pipa air bersih kepada Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (9/8/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Direktur PT Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyerahkan CSR bantuan sarana dan prasarana pembangunan jaringan pipa air bersih kepada Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (9/8/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 11 Agustus 2017 03:22 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

AKSI SOSIAL
BPD DIY Bantu Permasalahan Air Bersih Warga

Aksi sosial kembali digelar BPD DIY

Solopos.com, SLEMAN — PT Bank BPD DIY kembali menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) pembangunan jaringan pipa dan air bersih di Dusun Gunung Cilik, Sambirejo, Prambanan, Rabu (9/8/2017).

Direktur Bank BPD DIY Bambang Setiawan mengatakan jaringan air bersih tersebut dibangun sejak 2016 lalu dengan total anggaran sekitar Rp300 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun dua bak penampung dan satu bak penyaring, pembuatan sumur bor, pembelian pompa sumersiblen  dan jetpam serta jaringan pipa.

“Penyaluran dana CSR yang kami lakukan kali ini menyasar pada kegiatan lingkungan hidup,” katanya di sela-sela penyerahan sarana prasarana CSR Bank BPD DIY. Penyerahan sarana dan prasarana tersebut ditandai dengan peresmian oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Menurutnya, ada tiga desa yang mendapatkan manfaat dari pembangunan jaringan pipa dan air bersih ini. Mulai dari Gayamharjo, Sambirejo dan Sumberharjo. Jumlah warga yang akan menikmati prasarana tersebut sekitar 1.695 kepala keluarga.

“Kami berharap CSR BPD DIY bisa terus bersinergi dengan pemerintah untuk membantu dan menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat,” harapnya.

Menurutnya, keikutsertaan BPD DIY dalam kegiatan CSR merupakan bagian dari kewajiban dan tanggungjawab perusahaan untuk membantu sesama. Dia berharap, program-program sosial yang dicanangkan pemerintah tetap berlanjut. Pembangunan jaringan pipa air bersih di Sambirejo tersebut diharapkan dapat mengurangi resiko bencana kekeringan.

“Kami ingin membantu warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau ini dan mengoptimalkan jaringan pipa yang sudah ada,” ujarnya.

Dia menyebut, CSR BPD DIY selama ini diwujudkan melalui beragam kegiatan sosial. Mulai bantuan dana pendidikan, sekolah ramah anak, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pedagang, konservasi hutan manggrove hingga pemeliharaan fasiltas umum lainnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap, semakin banyaknya pembangunan sarana dan prasarana air bersih di wilayah Prambanan diharapkan mampu mengurangi kebutuhan dropping air selama musim kemarau. “Jangan (dropping air) justru bertambah,” harapnya.

Menurutnya, sarana dan prasarana air bersih yang dibangun BPD DIY mampu menyukupi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), minum dan memasak, warga juga bisa memenuhi kebutuhan bagi ternak-ternaknya. “Bagaimanapun, ternak bagian dari aset warga. Kalau kebutuhannya juga terpenuhi maka akan membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.

Sri berharap, bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik, profesional dan transparan. Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga dan merawat keberadaan fasilitas tersebut. “Administrasinya juga harus baik. Jadi kalau diperiksa siap,” ujar Sri.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Akuntabilitas Dana Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (9/8/2017). Esai ini karya Agus Riewanto, doktor Ilmu Hukum dan dosen di Fakultas Hukum dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah agusriewanto@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam beberapa tahun belakangan ini…