Ilustrasi krisis air (JIBI/dok) Ilustrasi krisis air (JIBI/dok)
Jumat, 11 Agustus 2017 12:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

46 Desa di Jawa Tengah Dilanda Krisis Air Bersih

Kekeringan mulai terjadi di wilayah Jateng.

Solopos.com, SOLO — Bencana kekeringan dan krisis air bersih mulai melanda 46 desa di Provinsi Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mendistribusikan bantuan air bersih ke 46 desa di 10 kabupaten/kota.

Kesepuluh daerah itu di antaranya, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Blora, Klaten dan Wonogiri. Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan berdasarkan pemetaan terdapat 1.235 desa di Jawa Tengah rawan kekeringan. Krisis air bersih mengancam 1,4 juta jiwa yang tinggal di daerah-daerah tersebut.

“Kita sudah mulai dropping air bersih di 46 desa karena mulai krisis air bersih,” kata dia tanpa merinci lebih lanjut 46 desa tersebut ketika dijumpai wartawan di Solo, Kamis (10/8/2017).

Menurut Sarwa, dibanding populasi total Jateng yang mencapai 35 juta jiwa, jumlah rawan kekeringan relatif kecil, yakni hanya sekitar 4 persen dari jumlah penduduk di Jateng. Namun BPBD tetap menyiapkan langkah antisipasi terutama untuk mencegah dampak lain seperti kebakaran lahan dan hutan yang bisa berdampak luas.

“Seluruh Jateng sudah kita dorong untuk tanggap darurat. Karena ini sudah ada beberapa kabupaten yang sudah siaga darurat. Provinsi sudah akan ditandatangani pak Gubernur, kemarin sudah di meja beliau. harapan kami segera keluar,” sambung Sarwa.

Pemprov Jateng menyiapkan anggaran anggaran Rp600 juta untuk menyalurkan bantuan air bersih. Saat ini dropping air bersih masih minim karena belum memasuki puncak musim kemarau. Menurutnya yang menjadi perhatian lain adalah persoalan kekeringan pada sektor irigasi.

“Suplai sebagian embung dan waduk masih mencukupi sampai masa tanam musim ini. Tapi sejumlah embung juga disebutkan sudah tidak lagi mencukupi irigasi,” tutur dia.

Sarwa pun mengimbau petani di daerah rawan kekeringan untuk tidak nekat menanam padi. Petani diarahkan untuk menanam tanaman palawija.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…