Anak-anak didampingi orang tua mengamati koleksi keris di Museum Keris Nusantara, Jl. Bhayangkara, Solo, Kamis (10/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Anak-anak didampingi orang tua mengamati koleksi keris di Museum Keris Nusantara, Jl. Bhayangkara, Solo, Kamis (10/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 21:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Sehari Setelah Peresmian, Pengunjung Antre Lihat Koleksi Museum Keris Nusantara

Wisata Solo, warga antre mengunjungi Museum Keris Nusantara yang baru sehari diresmikan Presiden Joko Widodo.

Solopos.com, SOLO — Museum Keris Nusantara di kawasan Sriwedari Solo yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (9/8/2017) lalu, mendapat respons positif dari warga.

Pada hari pertama operasional museum, Kamias (10/8/2017), masyarakat terus mengalir berdatangan mengunjungi museum tersebut. “Bahkan, tadi pagi [Kamis] sudah ada empat sampai lima pengunjung yang sudah menunggu di depan pintu masuk sebelum museum kami buka pukul 09.00 WIB. Mereka katanya dari Semarang dan Boyolali,” kata Kepala UPT Museum Solo, Bambang Marsudi Budi Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

Dari pengunjung pertama ini Bambang menilai gaung dibukanya Museum Keris Nusantara yang berlokasi di Jl. Bhayangkara itu sudah cukup luas. Bahkan ada beberapa pengunjung asing yang datang.

Hingga Kamis sekitar pukul 13.30 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 60-70 orang. Itu pun tidak semua pengunjung mengisi daftar presensi di meja resepsionis. Tamu rombongan hanya perwakilan yang mengisi buku tamu.

Seorang pengunjung, Yuli Saputra, mengaku penasaran dengan Museum Keris Nusantara. Dia baru saja memperoleh informasi dibukanya museum itu saat mengikuti meeting di salah satu hotel di Solo.

“Kebetulan kami mengikuti pertemuan di salah satu hotel yang diikuti pegawai dinas pertanian [dispertan] dari berbagai kota. Tadi oleh Kepala Dispertan Solo diumumkan di Solo baru saja dibuka Museum Keris yang diresmikan Pak Presiden kemarin. Saya pun penasaran, di sela-sela pertemuan itu saya sempatkan datang ke sini,” kata pegawai Dispertan Serang itu.

Dia sengaja datang untuk melihat keris-keris tua di museum. “Saya kan tidak paham betul tentang seluk beluk keris, jadi ya cukup mengagumi saja.”

Seperti diketahui, di museum itu juga dipajang keris-keris tua berusia lebih dari 100 tahun. Bambang optimistis dari hari ke hari tingkat kunjungan ke Museum Keris akan terus meningkat.

UPT Museum yang juga mengelola Museum Radya Pustaka akan menyinergikan kedua museum tersebut. Setiap pengunjung Museum Radya Pustaka akan diarahkan untuk juga mengunjungi Museum Keris Nusantara.

UPT Museum juga akan menggandeng komunitas keris, pusaka, termasuk komunitas-komunitas lain seperti sepeda ontel dan penggemar Vespa untuk ikut mempromosikan Museum Keris. Bambang juga berharap semua pegawai di seluruh SKPD juga membantu mempromosikan atraksi wisata baru di Solo.

Dalam waktu dekat, UPT Museum juga akan membuka kerja sama dengan travel agent untuk memasukkan Museum Keris dalam paket wisata yang mereka jual. “Ini sudah ada beberapa travel agent yang sedang tahap lobi-lobi untuk kerja sama.”

Selama Agustus ini, pengunjung bebas masuk ke museum tanpa biaya tiket masuk. Mulai September, UPT Museum mulai menerapkan biaya tiket masuk berdasarkan Perda Retribusi. Biaya tiket masuk untuk pelajar Rp6.000, pengunjung umum Rp10.000-Rp15.000, dan wisatawan asing Rp20.000.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…