Pak Cemplon bernama asli Lasono, 56, warga Dukuh Sendang, Desa Jetis, Kecamatan Karangnongko, Klaten, menawarkan barang dagangannya ke pembeli di Pasar Legen, Lapangan Bonyokan, Jatinom, Klaten, Jumat (30/6/2017). Dia berjualan dibumbui banyolan. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Pak Cemplon bernama asli Lasono, 56, warga Dukuh Sendang, Desa Jetis, Kecamatan Karangnongko, Klaten, menawarkan barang dagangannya ke pembeli di Pasar Legen, Lapangan Bonyokan, Jatinom, Klaten, Jumat (30/6/2017). Dia berjualan dibumbui banyolan. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 16:15 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Klaten Share :

VIDEO UNIK
Aksi Kocak Pak Cemplon Asal Klaten Jualan Perkakas Viral

Pakai banyolan kocak, pria asal Klaten mampu jual barang dagangan sampai ludes.

Solopos.com, KLATEN – Setiap pedagang memiliki cara masing-masing untuk melariskan dagangannya. Seorang pedagang asal Desa Jetis, Kecamatan Karangnongko, Klaten, menggunakan banyolan kocak untuk menjual dagangannya. Aksinya saat berjualan yang mampu menarik perhatian pengunjung pasar kini viral di media sosial (medsos).

Video tentang pedagang unik di Klaten itu diunggah pengguna akun Facebook Kijhenk Okke Cllalu, Minggu (30/7/2017). “Selamat hari raya Legen Lur. Bakul paling gayeng dewe sak PRJ, Pekan Raya Jatinom, lagi viral di sosmed, marai ngakak,” tulis Kijhenk Okke Cllalu.

Profil pedagang tersebut pernah diberitakan Solopos.com, Sabtu (1/7/2017). Pedagang unik itu bernama Lasono alias Pak Cemplon, 56. Ia berasal dari Dukuh Sendang, Desa Jetis, Kecamatan Karangnongko, Klaten. (baca: Banyolan Pedagang Asal Klaten Ini Sukses Pikat Pembeli)

Pak Cemplon biasa berdagang di Pasar Legen, Lapangan Bonyokan, Kecamatan Jatinom Klaten. Ia berjualan berbagai perkakas mulai dari pensil, gunting, gergaji, hingga alat cukur jenggot. Pak Cemplon biasa menceritakan banyolan terkait barang yang akan dijualnya.

“Pensil 2B nggih? Dicek boleh, standar nasional Indonesia. Siji regane pitung ewu [Satu harganya Rp7.000] pensil 2B dan B2 beda lho, ” ucap Pak Cemplon dalam video yang viral.

Ia kemudian menurunkan harga pensil secara bertahap, yang awalnya Rp7.000 menjadi Rp10.000 dapat dua, terus turun hingga Rp10.000 mendapat 20 pensil.

Kalau pensil tak mengundang pembeli, Pak Cemplon berganti produk lain, ia menjual batu baterai, kapak, pisau dapur, dan gunting. Produk-produk tersebut ramai dibeli warga saat dijual dengan harga terendah.

Dalam video tersebut ada warga yang mengaku ke pasar untuk membeli makanan malah tergiur dagangan Pak Cemplon. Akhirnya pria itu membeli batu baterai, kapak, dan pisau.

Tak jarang setelah banyak orang tertarik membeli dagangan Pak Cemplon, bapak dua anak itu tak ragu-ragu menyeletuk para pembeli agar segera membayar. “Sopo meneh? Maju..! Duite ditoke, ndak lali [Siapa lagi? Ayo maju, uangnya dikeluarkan, nanti lupa,]” ucap Pak Cemplon.

Saban berjualan, Pak Cemplon mengeluarkan modal kurang lebih Rp1,5 juta. Dari modal tersebut bisa didapat keuntungan Rp200.000-Rp500.000.


Aksi Pak Cemplon itu mengundang beragam komentar dari warganet. Ada yang mengatakan Pak Cemplon berkeliling berbagai pasar di Klaten.

Niku dugi pasar pundi-pundi, [Itu pernah berjualan di beberapa pasar]” tulis Muhammad Sabani.

Kuwi nek pasar Pedan yo wes tau, [Itu pernah berdagang di Pasar Pedan]” tulis Anton Spuriyanto.

“Mantap, harganya miring, bungkus Pak,” tulis Tri Firman.

Sales sejati. Bukan sales yang sok gaya tapi mudah stres,” tulis Sapari Yanto.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…