Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan berbincang dengan ulama asal Kota Bengawan Syech bin Abdul Qodir Assegaf atau akrab disapa Habib Syech di Gedung Bustanul Asyiqin, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Selasa (10/5/2016) pagi. Zulkifli mengajak ulama berantas narkoba. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 20:00 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

Setya Novanto Batal, Zulkifli Hasan Pastikan Baca Teks Proklamasi

Zulkifli Hasan memastikan dirinya yang akan membacakan teks proklamasi. Ketua DPR Setya Novanto pun batal.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua MPR Zulkifli Hasan memastikan diri akan membacakan teks proklamasi pada upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

“Iya memang sudah ada, saya sudah oke setuju, perintah negara masa tidak, ujarnya di Kompleks Parlemen, Kamis (10/8/2017).

Dia menyatakan bahwa setelah menerima surat dari Istana dirinya akan memlilih menggunakan pakain tradisional daerah asalnya, Lampung. Zulkifli merupakan politikua dengan daerah pemilihan Provinsi Lampung pada Pemilu 2014.

“Saya akan baca teks proklamasi pakai baju seragam tradisional. Jadi nanti saya akan pakai dari dapil, seragam lampung. Sudah ada suratnya,” kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu.

Zulkifli mengakui sudah menerima surat dari pihak Istana pada pekan lalu. “Sudah semingguan ada. Saya dapat undangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menanggapi dorongan publik agar Ketua DPR Setya Novanto tidak membacakan teks proklamasi saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan. Pratikno mengatakan yang akan membacakan teks proklamasi adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan.

Sejumlah kalangan sempat meramaikan pemberitaan media massa karena semula yang akan membaca teks proklamasi adalah Ketua DPR Setya Novanto yang kini berstatus sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…